Minggu, 10 Mei 2026

Pengidap HIV/AIDS Masih Bisa Punya Anak, Ketahui Apa Saja Syaratnya

Maka penting bagi para pengidap HIV/AIDS untuk berkonsultasi secara rutin dengan dokter serta menjalani pengobatan dengan disiplin.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
SURYA/SURYA/PUR
PENGIDAP HIV/AIDS - Anggota komunitas Jaringan Lintas Isu (JATI) membawa poster saat berunjukrasa memperingati Hari AIDS Sedunia di depan Balai Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (1/12/2022). Salah satu mitos yang masih sering dipercaya masyarakat adalah bahwa pengidap HIV/AIDS tidak bisa memiliki keturunan. Padahal dengan pengobatan dan persiapan yang tepat hal itu sangat mungkin dilakukan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu mitos yang masih sering dipercaya masyarakat adalah bahwa pengidap HIV/AIDS tidak bisa memiliki keturunan. Padahal dengan pengobatan dan persiapan yang tepat hal itu sangat mungkin dilakukan.

Baca juga: Aktivitas yang Berpotensi Menularkan Virus HIV/AIDS, Ini Rinciannya Menurut Dokter

Terkait hal ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, dr Retty Kharisma Sari, Sp.PD menjelaskan bahwa kini penderita HIV/AIDS dapat memiliki anak yang sehat dan tidak tertular.

"Pasien-pasien HIV/AIDS bisa punya anak dan tidak menularkan virus HIV/AIDS pada anaknya. Syaratnya adalah dengan pengobatan yang teratur," kata ​Dokter Reti pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Senin (7/7/2025).

Ibu hamil yang terdeteksi kena virus HIV/AIDS akan dipantau secara ketat selama masa kehamilan dan persalinan.

Baca juga: Kurangnya Pengetahuan Jadi Penyebab Remaja Rentannya Tertular HIV/AIDS

Salah satu metode untuk menekan risiko penularan dari ibu ke bayi adalah dengan menjalani terapi Antiretroviral (ARV) secara rutin, persalinan melalui operasi caesar, dan tidak menyusui secara langsung.

Pemerintah pun telah mencanangkan program triple eliminasi, yakni skrining HIV/AIDS, sifilis, dan hepatitis B bagi seluruh ibu hamil di Indonesia sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penularan ke bayi.

Baca juga: Kemenkes RI Akui Pengobatan Pasien TBC, HIV/AIDS dan Malaria Terganggu Akibat Pembekuan USAID

Maka penting bagi para pengidap HIV/AIDS untuk berkonsultasi secara rutin dengan dokter, menjalani pengobatan dengan disiplin, dan tidak menyembunyikan status kesehatannya dari tenaga medis.

Dengan pendekatan yang tepat, kehamilan yang sehat dan bebas virus HIV/AIDS tetap bisa terwujud.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved