Varises Bukan Sekadar Gangguan Estetika, Ini Risiko Serius Jika Diabaikan
Varises merupakan pembengkakan pembuluh darah vena yang biasanya tampak menonjol di bawah kulit, terutama pada kaki.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Varises sering dianggap hanya masalah penampilan, padahal di balik garis biru berkelok pada kulit, tersembunyi risiko kesehatan yang serius.
Tanpa penanganan yang tepat, varises bisa memicu komplikasi berbahaya yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Vaskular RS Pondok Indah, dr. Charley Dokma Tua Simanjuntak, Sp. B, Subsp. B.V.E. (K).
Baca juga: Waspadai Varises dan Chronic Venous Insufficiency, Bisa Sebabkan Luka Kronis Hingga Kematian
Sebelumnya ia menjelaskan varises merupakan pembengkakan pembuluh darah vena yang biasanya tampak menonjol di bawah kulit, terutama pada kaki.
Kondisi ini sering kali disebabkan oleh lemahnya katup vena sehingga aliran darah menjadi tidak lancar.
"Varises yang tidak ditangani hingga tuntas berisiko menyebabkan komplikasi seperti ulkus vena, perdarahan spontan, dan infeksi kulit," jelasnya pada media diskusi, Jumat (8/8/2025).
Kaki menjadi lokasi paling umum varises karena harus menahan tekanan besar saat berdiri atau berjalan.
Bahkan, varises sering menjadi tanda awal dari penyakit insufisiensi vena kronis (IVK).
Menurutnya, ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang terkena varises meliputi:
1. Riwayat keluarga dengan varises (risiko hingga 90 persen).
2. Jenis kelamin perempuan (risiko 2-3 kali lebih tinggi).
3. Kehamilan
4. Usia di atas 40 tahun
5. Obesitas
6. Pekerjaan yang mengharuskan berdiri atau duduk lama
Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang juga dapat memicu pelebaran pembuluh darah vena.
Menurut dr Charley, ada beberapa gejala awal dan lanjut dari varises ini. Varises umumnya disertai keluhan seperti:
1. Sensasi berat dan nyeri pada tungkai
2. Kram otot
3. Pembengkakan kaki
4. Gatal di sekitar area vena
Pada kondisi yang lebih berat, varises dapat menimbulkan perubahan warna kulit, eksim varikosum, hingga rasa terbakar di tungkai.
Selain itu, jika diabaikan, varises dapat menimbulkan komplikasi seperti:
1. Selulitis (infeksi kulit)
2. Perubahan kulit permanen
3. Luka kronis yang sulit sembuh
4. Perdarahan mendadak
"Penanganan sejak dini akan mencegah pemburukan kondisi dan mengurangi risiko operasi," tambahnya.
Terakhir, ia menjelaskan jika pencegahan dapat dilakukan dengan olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, dan menghindari berdiri atau duduk statis terlalu lama.
Pemakaian stoking kompresi juga efektif menekan risiko.
Pilihan penanganan varises juga bervariasi. Mulai dari terapi konservatif hingga prosedur medis seperti skleroterapi, ablasi endovenous, atau operasi pengangkatan vena.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/varises70-08.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.