Pakar Ingatkan Waspada Cuaca Panas Ekstrem, Mulai Heat Stroke, Dehidrasi, hingga Gangguan Jantung
Cuaca panas ekstrem ukan sekadar membuat tubuh tidak nyaman, tetapi juga dapat memicu kondisi darurat medis yang berbahaya yaitu heat stroke.
Data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menunjukkan gelombang panas di Eropa pada 2022–2023 menewaskan lebih dari 60 ribu orang.
Indonesia memang tidak se-sensitif Eropa, tetapi tren kenaikan suhu nasional sudah terlihat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan suhu rata-rata sekitar 0,04 derajat Celsius per tahun.
Kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan berpotensi mengalami urban heat island yang memperparah dampak panas ekstrem.
Dicky menekankan bahwa meskipun kasus heat stroke di Indonesia masih relatif jarang, kondisi ini harus tetap diwaspadai.
“Kesimpulannya, heat stroke ini adalah emergency medis. Prioritasnya adalah pendinginan cepat dan membawa pasien ke fasilitas medis. Karena kalau tidak cepat ditangani ya fatal kematian,” tegasnya.
Kenaikan suhu global tak bisa dihindari, tetapi risiko kesehatan akibat heat stroke bisa diminimalkan.
Masyarakat disarankan menjaga kecukupan cairan, mengenakan pakaian yang menyerap keringat, membatasi aktivitas berat di luar ruangan saat cuaca terik, serta melindungi kelompok rentan.
Heat stroke adalah peringatan bahwa perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-heat-stroke-22102019.jpg)