Alami 'Pancingan', Tenggorokan Sakit & Terbakar? Itu Bukan Tanda Flu, Tapi Amandel atau Asam Lambung
Pancingan, istilah yang dikenal masyarakat Jawa yang menggambarkan kondisi tenggorokan terasa sakit, panas seperti terbakar di malam hari.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tidak semua suara serak disebabkan oleh gerakan pita suara atau vokal berlebihan.
Jika kamu merasakan “pancingan” atau istilah yang dikenal masyarakat Jawa yang menggambarkan kondisi tenggorokan terasa sakit, panas seperti terbakar di malam hari, hingga membuat sulit bicara, perlu dicermati.
Baca juga: Amandel di Belakang Hidung Bisa Bikin Anak Sering Infeksi Telinga
Pancingan yang bagi sebagian orang dianggap sebagai tanda akan terkena flu, jangan abaikan jika sudah kerapkali datang.
Karena bisa jadi ada tanda penyakit lainnya seperti amandel.
Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher (THT-BKL), dr. Andri Firmansyah Sp. THT-BKL, menjelaskan bahwa keluhan semacam ini sering kali berkaitan dengan masalah amandel maupun asam lambung.
“Kalau pancingan, selama ini saya bekerja, 'pancingan' itu amandel biasanya. Akibat dari proses amandel. Peradangan karena amandelnya. Jadi gesekan makanan yang keras di amandelnya. Akhirnya kerasa karena gesekan, dia langsung sakit meradang,” jelasnya pada live streaming Beauty Health di kanal YouTube Tribun Health, Minggu (21/9/2025).
Amandel Bisa Picu Gangguan Suara
Peradangan pada amandel dapat membuat tenggorokan terasa sakit hingga suara terdengar serak.
Jika kondisi ini berulang dan mengganggu aktivitas, dokter biasanya akan melakukan evaluasi lebih lanjut.
“Kalau memang amandel ya amandelnya yang diangkat. Jadi amandelnya yang diangkat, setelah amandel yang diangkat biasanya sudah reda dia,” tambah dr. Andri.
Artinya, operasi pengangkatan amandel atau tonsilektomi bisa menjadi solusi pada kasus tertentu.
Namun, tindakan medis ini harus melalui pemeriksaan menyeluruh dan rekomendasi dari dokter THT.
Stres dan Asam Lambung Bisa Perparah Kondisi
Selain amandel, faktor lain yang sering memicu keluhan pancingan adalah asam lambung.
Refluks asam yang naik ke tenggorokan dapat menimbulkan sensasi panas, rasa terbakar, hingga suara serak.
Menurut dr. Andri, stres berperan besar dalam memperparah kondisi ini.
“Stres itu pusat dari segala macam penyakit sebenarnya. Ya paling banyak sih asam lambung terutama,” ungkapnya.
Stres bukan hanya terkait gangguan jiwa, melainkan reaksi tubuh terhadap masalah sehari-hari.
Ketika stres meningkat, produksi asam lambung juga melonjak, menyebabkan refluks yang bisa melukai pita suara.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala akibat asam lambung biasanya muncul di malam hari.
Tenggorokan terasa panas, muncul lendir berlebih, bahkan menimbulkan rasa tidak nyaman saat menelan makanan maupun minuman.
Kondisi ini sering kali disalahartikan sebagai radang tenggorokan biasa.
Padahal, jika dibiarkan, refluks asam lambung dapat merusak pita suara dan menurunkan kualitas suara.
Cara Mengatasi dan Mencegah
Untuk mengatasi gangguan pita suara akibat amandel maupun asam lambung, penanganan harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Amandel yang kronis bisa ditangani dengan operasi, sementara asam lambung perlu dikendalikan dengan pola makan sehat, mengurangi stres, serta obat-obatan sesuai resep dokter.
Selain itu, gaya hidup juga memegang peranan penting.
Istirahat cukup, menghindari makanan pedas atau asam, serta rutin berolahraga dapat membantu menurunkan risiko asam lambung naik.
Suara serak, panas di tenggorokan, atau keluhan “pancingan” bukan masalah sepele.
Bisa jadi itu tanda adanya gangguan pada amandel atau refluks asam lambung yang dipicu stres.
Dengan pemeriksaan dini ke dokter THT, penyebab gangguan suara bisa diidentifikasi, sehingga perawatan lebih tepat sasaran.
Ingat, menjaga suara bukan hanya soal teknik vokal, tetapi juga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Radang-Amandel-1-04062025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.