Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Tantangan Program Cek Kesehatan Gratis Selama 8 Bulan Berjalan
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah berlangsung selama delapan bulan terakhir menuai beragam tanggapan dari kalangan ahli kesehatan.
Dicky menyebut, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dua hal, konsistensi data dan keterlibatan tenaga medis di lini primer.
“Pentingnya keberlanjutan dan konsistensi data hasil pemeriksaan agar dapat dianalisis secara nasional sebagai dasar perencanaan kebijakan kesehatan preventif,” katanya.
“Pelibatan tenaga medis dan fasilitas kesehatan primer yang harus diperkuat sehingga hasil CKG ini bisa langsung ditindaklanjuti dengan edukasi, pengobatan awal atau tujukan bila diperlukan,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia menyarankan agar pemerintah mulai mengintegrasikan CKG ke dalam sistem surveillance nasional dan data BPJS Kesehatan, agar hasilnya bisa digunakan untuk memetakan risiko masyarakat secara lebih luas.
“Mengintegrasikan CKG ke dalam sistem surveillance kesehatan nasional dan data BPJS kesehatan sehingga hasilnya bermanfaat untuk pemerataan risiko masyarakat,” ujar Dicky.
Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi pencatatan agar hasil pemeriksaan lebih akurat dan mudah diakses.
“Menambahkan komponen digitalisasi seperti pencatatan berbasis aplikasi nasional supaya datanya lebih real time dan akurat,” katanya.
Dengan sejumlah catatan tersebut, Dicky menegaskan bahwa CKG adalah program yang potensial.
Tapi, perlu perbaikan berkelanjutan agar benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi sistem kesehatan nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/CEK-KESEHATAN-GRATISCKG-110225.jpg)