Kamis, 22 Januari 2026

Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Tantangan Program Cek Kesehatan Gratis Selama 8 Bulan Berjalan

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah berlangsung selama delapan bulan terakhir menuai beragam tanggapan dari kalangan ahli kesehatan. 

Tribunnews.com/Rina Ayu
CEK KESEHATAN GRATIS. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mencoba layanan pemeriksaan tekanan darah saat meninjau Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2025). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah berlangsung selama delapan bulan terakhir menuai beragam tanggapan dari kalangan ahli kesehatan. 

Meski dinilai positif, pelaksanaan program ini masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar, terutama pada kesiapan tenaga medis dan sistem tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Baca juga: Praktisi Kesehatan Soroti 4 Masalah Kesehatan yang Wajib Jadi Fokus Utama CKG di Sekolah

Ahli epidemiologi dan peneliti kebijakan kesehatan dari Griffith University Australia, Dr. Dicky Budiman, mengatakan program ini merupakan langkah maju untuk memperkuat deteksi dini penyakit.

“Secara umum program ini adalah langkah positif dalam memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala,” ujar Dicky pada keterangannya, Jumat (17/10/2025). 

Namun, di lapangan, Dicky menilai pelaksanaan CKG masih belum merata. 

Baca juga: Menpora Sebut CKG Sekolah Bisa Gali Potensi Anak Muda Jadi Atlet

Ia menyebut terdapat variasi kualitas layanan antarwilayah akibat keterbatasan sumber daya dan logistik alat pemeriksaan.

“Masih terdapat variasi kualitas tantangan di lapangan yang bergantung pada kesiapan tenaga kesehatan, logistik alat pemeriksaan, juga kesinambungan pencatatan dan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan,” jelasnya.

Ia menilai, tanpa sistem rujukan dan integrasi data yang baik, hasil pemeriksaan CKG berpotensi tidak dimanfaatkan secara optimal. 

“Program ini dalam jalur yang tepat, meskipun harus ada beberapa perbaikan di sistem rujukan dan integrasi datanya,” katanya.

Selain itu, Dicky mengingatkan pemerintah agar tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan massal semata. 

Ia menilai edukasi masyarakat perlu menjadi komponen utama untuk membangun kesadaran kesehatan jangka panjang.

“Aspek edukasi masyarakat ini harus menjadi bagian utama, jadi bukan hanya melulu di pemeriksaan supaya bisa terjadi perubahan perilaku kesehatan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Hal lain yang menjadi sorotannya ialah pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah pedalaman dan terpencil. 

“Ini yang perlu dipastikan, pemerataan akses baik di perkotaan maupun daerah terpencil karena kesenjangan akses ini bisa menimbulkan ketimpangan dalam deteksi dini penyakit,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved