Rabu, 15 April 2026

Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Setelah Ikut Cek Kesehatan Gratis, Banyak Warga Datangi Dokter, Ini Pertanda Apa?

Program Cek Kesehatan Gratis, banyak masyarakat mendatangi dokter. Pertanda apakah ini?

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
CEK KESEHATAN GRATIS - Sejumlah murid mengikuti cek kesehatan saat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Untuk Anak Sekolah Menengah Pertama di SMPN 5 Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (4/8/2025). Pemerintah resmi memulai program CKG di sekolah-sekolah secara serentak pada 4 Agustus 2025. Kementerian Kesehatan mengungkapkan sebanyak 53 juta pelajar bakal mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis. Mereka merupakan pelajar sekolah dan madrasah yang berjumlah 230 ribu unit di seluruh Indonesia. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak hanya memberi kesempatan masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Tetapi juga memicu kesadaran baru untuk lebih peduli terhadap tubuh sendiri. 

Baca juga: Praktisi Kesehatan Soroti 4 Masalah Kesehatan yang Wajib Jadi Fokus Utama CKG di Sekolah

Ahli epidemiologi dan peneliti kebijakan kesehatan Dr. Dicky Budiman mengungkapkan, banyak masyarakat yang kini mendatangi dokter untuk berkonsultasi setelah mengikuti program CKG.

“Memang ada tren peningkatan masyarakat yang datang berkonsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan setelah mengikuti program CKG,” ujarnya pada Tribunnews, Jumat (17/10/2025). 

Lantas, ada pertanda apa dari tren ini?

Baca juga: CKG Anak Sekolah Dimulai 4 Agustus, Ini Jenis Pemeriksaan yang Akan Didapat

Ia menilai tren ini sebagai tanda positif bahwa masyarakat mulai menyadari pentingnya pemeriksaan dan tindak lanjut medis.

“Ketika ini terjadi, ini benar-benar dampak positif dari meningkatnya kesadaran diri terhadap kondisi kesehatan,” kata Dicky.

Beberapa warga diketahui melakukan pemeriksaan lanjutan setelah hasil skrining menunjukkan tekanan darah atau kadar gula yang tinggi. 

“Misalnya setelah diketahui dia mengetahui tekanan darahnya tinggi atau gula darahnya tinggi,” ujarnya.

Menurut Dicky, lonjakan konsultasi ini menandakan program CKG telah berhasil memantik perhatian masyarakat terhadap risiko penyakit tidak menular. 

Namun, ia juga mengingatkan bahwa sistem kesehatan perlu siap menghadapi peningkatan jumlah pasien.

“Tantangannya adalah bagaimana sistem pelayanan kesehatan di berbagai daerah kita ini di berbagai level mampu menampung lonjakan tersebut secara efektif, terutama ya memperkuat layanan primer dan sistem rujukan,” ujarnya.

Dicky menyebut fenomena ini sebagai momentum penting untuk memperkuat strategi promotif dan preventif secara nasional.

“Peningkatan ini justru jadi momentum penting untuk pemerintah dan juga IDI untuk memperkuat strategi promotif preventif secara nasional,” katanya

Menurut Dicky, peningkatan kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan adalah sinyal awal perubahan besar. 

Dengan pembenahan sistem data dan layanan primer, program CKG bisa menjadi fondasi penting untuk menekan penyakit kronis di Indonesia.

“Program ini berpotensi menjadi fondasi kuat untuk menekan beban penyakit kronis di Indonesia dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved