Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Daftar Temuan CKG di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo–Gibran, Masalah Kesehatan Bayi sampai Lansia
Wamenkes membeberkan temuan masalah kesehatan dari bayi dan lanjut usia di tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran.
Ringkasan Berita:
- Tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka ditadai dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
- Hingga pertengahan Oktober 2025, ada 44.910.083 pendaftar, dengan 41.899.205 orang mendapatkan pemeriksaan kesehatan di seluruh Indonesia.
- Ini temuan masalah kesehatan di setiap kelompok usia mulai dari bayi baru lahir, anak sekolah, dewasa hingga lanjut usia (lansia).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes RI) Prof. Dante Saksono Harbuwono membeberkan temuan masalah kesehatan dari bayi dan lanjut usia di tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Diketahui, CKG merupakan program pemerintah yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendeteksi faktor risiko kesehatan masyarakat Indonesia.
Baca juga: Praktisi Kesehatan Soroti 4 Masalah Kesehatan yang Wajib Jadi Fokus Utama CKG di Sekolah
CKG menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang resmi dimulai 10 Februari 2025.
Kemenkes mencatat, hingga pertengahan Oktober 2025, ada 44.910.083 pendaftar, dengan 41.899.205 orang mendapatkan pemeriksaan kesehatan di seluruh Indonesia.
“Lebih dari 41 juta masyarakat sudah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis,” ujar Wamenkes dalam kegiatan temu media pada Jumat (17/10/2025).
Stunting Masih Jadi Ancaman Kesehatan Bayi
Adapun temuan masalah kesehatan di setiap kelompok usia mulai dari bayi baru lahir, anak sekolah, dewasa hingga lanjut usia (lansia).
Baca juga: Menpora Sebut CKG Sekolah Bisa Gali Potensi Anak Muda Jadi Atlet
Pada bayi baru lahir, penyebab kematian tertinggi adalah berat badan lahir rendah, penyakit jantung bawaan kritis, Hipotiroid Kongenital, Defisiensi enzim hingga kelainan saluran empedu.
Pada anak-anak sekolah dan remaja, masalah utama adalah kesehatan gigi dan kurangnya aktivitas fisik yang memicu obesitas.
Kemudian tekanan darah atau hipertensi, anemia hingga kesehatan produksi khususnya perempuan.
“Kini menghadapi dua sisi ekstrem: di satu sisi masih ada anak-anak stunting, di sisi lain mulai muncul anak-anak obesitas, terutama di kota besar,” kata Wamenkes.
Obesitas Pada Kelompok Dewasa
Untuk kelompok usia dewasa, sekitar sepertiga populasi mengalami obesitas, baik berdasarkan berat badan maupun lingkar perut.
“Kalau lingkar perut laki-laki di atas 90 cm dan perempuan di atas 80 cm, itu artinya risiko penyakit jantung meningkat tajam. Obesitas ini menjadi faktor risiko utama penyakit tidak menular,” jelasnya.
Lalu, aktivitas fisik kurang, hipertensi hingga karies gigi.
Hipertensi Dominasi CKG Lansia
Sementara pada kelompok lanjut usia, tekanan darah tinggi (hipertensi) menjadi temuan paling dominan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Antusiasnya-penerima-manfaat-dalam-program-cek-kesehatan-gratis-CKG.jpg)