Minggu, 17 Mei 2026

SYMPLE ARS 2025: Kolaborasi Menuju Smart Future, Transformasi Digital Kesehatan & Literasi Teknologi

SYMPLE ARS 2025: Menguatkan Transformasi Digital Kesehatan dan Literasi Teknologi sebagai ‘Superpower’ dalam Pelayanan Kesehatan

Tayang:
HO/IST
SYMPLE ARS 2025: Kolaborasi Menuju Smart Future untuk Menguatkan Transformasi Digital Kesehatan dan Literasi Teknologi sebagai ‘Superpower’ dalam Pelayanan Kesehatan 

TRIBUNNEWS.COM - Program Studi Administrasi Rumah Sakit Angkatan 2023, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, sukses menyelenggarakan SYMPLE 2025: Talkshow and Expo Fasilitas Kesehatan 2025 yang mengusung tema “Digital Healthcare Transformation Towards a Smart Future” dengan tagline “Smart Hospital, Smart Future.”

Acara ini berlangsung di Auditorium Vokasi UI dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari  mahasiswa, tenaga kesehatan, pelaku industri, serta masyarakat umum. 

Acara dibuka dengan sambutan dari Project Officer SYMPLE ARS 2025, Manajer Kemahasiswaan Vokasi UI, Sekretaris Program Pendidikan Vokasi UI, serta Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat.

Dyah Safitri, S.IPI., M.Hum., selaku Sekretaris Program, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan acara. “Symple namanya tapi acaranya tidak symple, acaranya luar biasa. Ujian Vokasi itu bukan hanya di kelas, tetapi bisa di auditorium, bahkan suatu saat mungkin di taman Vokasi. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi langsung mempraktikkannya. Tema yang diangkat pun sangat penting, terutama terkait smart hospital dan bagaimana transformasi digital menuntut SDM kesehatan untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, Ari Nurfikri, S.K.M., M.M.R., Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat, menegaskan pentingnya kapasitas manusia dalam proses transformasi digital. “Transformasi digital bukan hanya soal software dan hardware, tetapi bagaimana SDM dapat turut bertransformasi memenuhi kompetensi masa depan,” jelasnya.

Sesi talkshow menjadi sorotan utama dengan menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Dr. Meilisa Rahmadani, S.KM., M.K.K.K., selaku Manajer Transformasi, Mutu, dan K3 RS Universitas Indonesia, serta Hasnal Wenes, CEO Fisiohome.

Keduanya memberikan pandangan mendalam mengenai inovasi digital, perkembangan layanan kesehatan berbasis teknologi, serta kesiapan industri menuju sistem pelayanan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berpusat pada pasien. Diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan.

Dr. Meilisa memaparkan perubahan kebutuhan dan ekspektasi pasien di era digital. “Dulu sky is limit, sekarang sky is not limit. Pasien ingin serba mudah, pendaftaran lewat gadget, obat ingin diantar, tanpa ada waktu terbuang. Persaingan layanan kesehatan semakin ketat, sehingga rumah sakit harus mampu beradaptasi dengan dunia digital,” ungkapnya.

Hasnal Wenes menambahkan bahwa adaptasi teknologi sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. “Dulu sangat sulit mencari pasien karena layanan kesehatan membutuhkan trust. Di Jabodetabek, masyarakat sudah banyak yang percaya, namun di luar Jabodetabek masih ada tantangan dalam adaptasi teknologi dan penerimaan layanan digital,” jelasnya.

Moderator turut memberikan analogi yang menarik perhatian peserta, “Teknologi itu seperti superpower, dan manusia adalah superheronya.” Analogi ini menegaskan bahwa teknologi hanya dapat memberikan dampak besar jika dimanfaatkan oleh SDM yang kompeten dan berdaya.

Selain talkshow, acara juga dimeriahkan oleh Expo Fasilitas Kesehatan yang mempertemukan pengunjung dengan berbagai institusi kesehatan dan perusahaan di sektor layanan medis.

Beberapa mitra yang turut berpartisipasi antara lain Medtools.id, RS Islam Jakarta Pondok Kopi, Klinik Sakti Medika, Kemenkes RS Persahabatan, Perawat Homecare, Fisiohome, dan Wicaraku. Pengunjung dapat mencoba layanan menarik seperti skin analyzer, trial facial, dan free physio treatment. Selain itu, peserta juga mendapatkan e-certificate, goodie bag, serta kesempatan memenangkan hadiah melalui kegiatan triage hunt.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Registrasi yang dibuka pukul 08.00 WIB terus dipadati oleh peserta yang hadir secara bertahap, bahkan beberapa mahasiswa sengaja datang menyusul setelah menyelesaikan kelas mereka.

Suasana diskusi yang interaktif, tingginya kunjungan pada booth, serta kesempatan untuk membangun jejaring menjadikan SYMPLE 2025 sebagai ajang pembelajaran yang bernilai bagi mahasiswa dan pengunjung umum.

Salah satu perwakilan panitia menyampaikan harapannya terhadap dampak kegiatan ini. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan mahasiswa mengenai dunia kerja di sektor kesehatan sekaligus memperkenalkan inovasi digital yang berkembang pesat,” tutur Khairunnisa selaku moderator acara.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved