Banjir Bandang di Sumatera
Viral Mobil Diduga Berisi Jenazah Korban Banjir di Aceh, Ini Risiko Kesehatan yang Harus Diwaspadai
Dari unggahan Instagram @sekilasaceh, Gubernur mualem menyebutkan jika kendaraan yang berisi jenazah korban banjir belum berhasil dievakuasi.
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang landa tiga provinsi di Sumatera, termasuk Aceh
- Disebutkan masih ada jenazah dalam mobil yang berjejer di jalan-jalan Kabupaten Aceh Tamiang
- Jika jenazah belum dievakuasi bisa memicu risiko penyakit
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) ungkap jika masih ada mayat di dalam mobil yang berjejer di jalan-jalan, Aceh Tamiang.
Dari unggahan Instagram @sekilasaceh, mualem menyebutkan jika kendaraan yang berisi jenazah korban banjir belum berhasil dievakuasi.
Epidemiolog, dan peneliti keamanan dan ketahanan kesehatan global Dicky Budiman, menegaskan bahwa risiko utama bukan berupa wabah penyakit besar seperti yang sering dikhawatirkan publik.
Tetapi tetap ada ancaman kesehatan yang harus diwaspadai.
“Risiko utamanya tentu adalah kontaminasi air dan lingkungan. Jadi dari cairan pembusukan jenazah itu ya,” ujarnya pada Tribunnews, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, paparan langsung tanpa perlindungan dapat menimbulkan infeksi kulit berat hingga penyakit seperti hepatitis.
Kondisi ini terutama berbahaya bagi petugas maupun warga yang tanpa sengaja bersentuhan dengan cairan tubuh korban.
Baca juga: Geram Lihat Lokasi Bencana di Aceh Tamiang, Zaskia Adya Mecca: Puaskah yang Menggundulkan Hutan?
“Yang bisa beberapa risiko kesehatan sebetulnya. Apakah itu apa namanya ketika ada infeksi kulit berat ataupun hepatitis misalnya ya,” jelasnya.
Dicky menekankan bahwa evakuasi jenazah harus dilakukan secara profesional, dengan standar kesehatan internasional dan tata cara forensik yang benar.
Ia menyebut prinsip paling penting adalah menghormati martabat korban sekaligus melindungi petugas.
“Prinsip utama adalah kita hormati martabat korbannya ini ya, jenazah ini. Kita harus perlakukan dengan sangat hormat ya dengan ada tata caranya,” kata Dicky.
Ia menjelaskan bahwa evakuasi harus dilakukan oleh tim terlatih dengan alat pelindung diri (APD) dasar seperti sarung tangan, masker, sepatu boots, serta tidak melakukan penyemprotan disinfektan berlebihan pada jenazah.
Yang perlu disterilkan adalah tangan petugas, alat angkut, dan lokasi penyimpanan.
Proses identifikasi wajib dilakukan untuk kepentingan keluarga dan administrasi hukum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mualem-1-08122025.jpg)