Senin, 8 Juni 2026

Penderita Diabetes di Indonesia Tinggi, Studi Terbaru Ungkap Manfaat Penggunaan Insulin IDegAsp

Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi. Ada hasil penelitian terbaru terkiat terapi diabetesi.

Tayang:
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi. Diantara kabar mengkhawatirkan itu ada angin segar dari dunia riset terkait penanganan diabetes. Ada hasil penelitian terbaru terkiat terapi diabetesi. 

Penelitian juga mencatat adanya kenaikan berat badan kecil pada sebagian pasien, yang dapat dimonitor dan dikelola oleh dokter. 

Dengan meningkatnya jumlah penderita diabetes di Indonesia, terapi IDegAsp dinilai menjadi opsi pengobatan yang efektif, aman, dan sudah tersedia melalui program JKN.

Dengan angka pasien diabetes yang terus meningkat di Indonesia, kehadiran terapi ini menjadi kabar baik bagi pasien dengan diabetes. 

Lantaran telah masuk dalam program JKN, sehingga dapat diakses oleh lebih
banyak pasien yang membutuhkan pengendalian diabetes yang lebih optimal.

Pencegahan Diabetes Lebih Baik

Dari sisi pemerintah, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pencegahan diabetes lebih baik daripada mengobati.

Mencegah diabetes harus dimulai sejak dini melalui perubahan perilaku, pemeriksaan rutin, dan akses layanan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. 

PENYEBAB DIABETES - Gambar tangkap layar Khaberni, Minggu (3/8/2025), yang menunjukkan penderita diabetes menggunakan insulin. Para ilmuan dari Australia dilaporkan menemukan penyebab tak terduga dari penyakit dibaetes Tipe 2.
PENYEBAB DIABETES - Gambar tangkap layar Khaberni, Minggu (3/8/2025), yang menunjukkan penderita diabetes menggunakan insulin. Para ilmuan dari Australia dilaporkan menemukan penyebab tak terduga dari penyakit dibaetes Tipe 2. (khaberni/tangkap layar)

Saat ini diabetes masih menjadi salah satu penyakit dengan beban pembiayaan kesehatan terbesar, serta berisiko tinggi menimbulkan komplikasi dan kematian apabila tidak dideteksi dan ditangani lebih awal. 

“Diabetes bukan hanya soal gula darah. Dampaknya luas, memengaruhi kualitas hidup, produktivitas, hingga pembiayaan negara. Karena itu kita harus bergerak lebih cepat melalui deteksi dini dan pencegahan,” kata Menkes dalam kegiatan World Diabetes Day, pada November lalu.

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke, gagal ginjal, gangguan penglihatan hingga kebutaan, maupun luka kaki yang sulit sembuh dan berujung amputasi.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam penguatan upaya deteksi dini melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Selain skrining, pemerintah juga memperkuat pencatatan dan pelaporan kasus diabetes melalui integrasi data digital kesehatan (registry) serta memperluas akses pengobatan, termasuk insulin, secara bertahap bagi pasien yang membutuhkan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved