Mobil Tabrak Siswa di Jakarta Utara
Usai Mobil MBG Tabrak Barisan Siswa, Pemerintah Kerahkan Tim Trauma Healing Besar-Besaran
Mereka yang menunjukkan gejala berat psikologis bakal diarahkan ke sesi konseling individual di ruang khusus yang telah disiapkan oleh pihak sekolah..
Ringkasan Berita:
- Peristiwa yang terekam video dan beredar luas di media sosial itu menimbulkan kepanikan besar di lingkungan sekolah
- Untuk merespons situasi tersebut, trauma healing akan mulai diberikan pada Senin mendatang.
- Tahap awal penanganan meliputi edukasi mengenai cara mengekspresikan perasaan dan mengelola emosi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Insiden mobil pengangkut Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak ratusan siswa di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12/2025) menyisakan trauma mendalam bagi para murid dan guru yang tengah bersiap mengikuti kegiatan literasi pagi. Peristiwa yang terekam video dan beredar luas di media sosial itu menimbulkan kepanikan besar di lingkungan sekolah, karena mobil berlogo BGN tersebut tiba-tiba melaju tak terkendali, menerobos pagar hingga menabrak barisan siswa dan tenaga pendidik.
Baca juga: Sopir Mobil MBG Tersangka, Sebelum Tabrak Siswa SD Kalibaru Hanya Tidur 1 Jam 30 Menit
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama berbagai unsur layanan psikologi, kesehatan, dan kepolisian kini mengerahkan kekuatan penuh untuk memastikan proses pemulihan psikologis ratusan siswa berjalan cepat dan sistematis.
Untuk merespons situasi tersebut, trauma healing akan mulai diberikan pada Senin mendatang.
Dinas PPAPP menurunkan 18 konselor dan 2 psikolog klinis, sementara Dinas Kesehatan mengerahkan 6 psikolog klinis. HIMPSI Jaya juga menambah dukungan lewat relawan mahasiswa psikologi dan psikolog profesional. Dari kepolisian, 10 personel disiagakan untuk pengamanan lanjutan dan dukungan lapangan.
“Semua unsur bergerak bersama pendidikan, kesehatan, layanan psikologi, hingga HIMPSI Jaya,” ujar Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, dalam rapat penanganan yang digelar daring, Jumat (12/12/2025).
Tahap awal penanganan meliputi edukasi mengenai cara mengekspresikan perasaan dan mengelola emosi, yang akan diberikan kepada seluruh siswa dan guru. Setelah itu dilakukan screening psikologis untuk memetakan tingkat trauma masing-masing anak.
Mereka yang menunjukkan gejala berat akan diarahkan ke sesi konseling individual di ruang khusus yang telah disiapkan pihak sekolah. “Penanganan cepat sangat menentukan agar trauma tidak berkembang menjadi gangguan jangka panjang,” tegas Nanik.
Kepala Regional BGN Jakarta, Bahrun, menegaskan bahwa proses pemulihan harus dilakukan secara cepat dan terukur, dengan fokus utama pada keselamatan dan kesehatan mental anak.
BGN melaporkan 11 korban sudah dipulangkan, sementara 4 orang masih dirawat di RS Cilincing. Terdapat 7 korban dirawat di RSUD Koja, termasuk 2 orang yang memerlukan perawatan intensif. Satu korban berada dalam kondisi stabil, dan seorang lainnya ditangani ketat oleh tiga dokter.
Baca juga: Baru Tidur Jelang Subuh, Sopir Mobil MBG Ternyata Kelelahan dan Mengantuk
Polisi telah menetapkan sopir mobil distribusi MBG, berinisial AI (34), sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara. Kapolres Metro Jakarta Utara menyebutkan bahwa keputusan itu diambil berdasarkan kecukupan alat bukti.
Hasil tes urine dan alkohol terhadap AI dinyatakan negatif. Dinas Perhubungan juga memastikan sistem pengereman kendaraan dalam kondisi baik dan tidak mengalami kebocoran.
Polisi turut mengungkap adanya dugaan motif yang memicu kejadian tersebut, meski detailnya belum dipublikasikan secara lengkap.
Baca juga: BGN Serahkan Proses Hukum Insiden Mobil MBG di SDN Kalibaru Jakut ke Polisi, Fokus Pulihkan Korban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPPG-Cilincing.jpg)