Banjir di Sumatera
Layanan Hemodialisis ke Ratusan Pasien Terkendala Pasokan Listrik
Layanan hemodialisis untuk ratusan pasien di rumah sakit di Aceh dan Sumatera Utara harus tertunda karena minimnya pasokan listrik.
Ringkasan Berita:
- Layanan hemodialisis untuk ratusan pasien di rumah sakit di Aceh dan Sumatera Utara harus tertunda karena minimnya pasokan listrik.
- Sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Aceh dan Sumatera Utara mulai kembali beroperasi pasca-pembersihan puing dan lumpur tebal.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Operasi layanan kesehatan pasca bencana banjir bandang di Sumatera masih banyak menemui kendala karena pasokan listrik yang terbatas ke sejumlah rumah sakit.
Satu diantaranya adalah layanan hemodialisis untuk ratusan pasien yang harus tertunda. Hemodialisis merupakan prosedur medis untuk membersihkan darah dari zat-zat sisa dan kelebihan cairan ketika ginjal seseorang tidak mampu melakukannya secara normal.
Biasanya prosedur ini dilakukan pada pasien yang mengalami gagal ginjal akut atau kronis.
Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada akhir November lalu, meluluhlantahkan ribuan rumah, merusak berbagai fasilitas publik hingga 1.000an orang meninggal dunia.
Sudah hampir dua minggu berlalu, sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Aceh dan Sumatera Utara mulai kembali beroperasi pasca-pembersihan puing dan lumpur tebal.
Merujuk Laporan Situasi Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 15 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, di Aceh Tamiang, RSUD Muda Sedia telah membuka layanan IGD, rawat inap, rawat jalan, serta kamar operasi.
Meski demikian, layanan ICU dan hemodialisis belum dapat dijalankan karena kendala teknis, termasuk instalasi air dan pengecekan alat kesehatan. Kondisi listrik dilaporkan aman, namun beberapa alat laboratorium mengalami kerusakan akibat bencana.
Baca juga: Lumpur Mengeras Setinggi Pinggang Menghambat Proses Evakuasi Korban Bencana di Aceh
Di Kota Langsa, RSUD Langsa telah mengaktifkan layanan IGD, rawat inap, serta beberapa layanan penunjang seperti ICU, NICU, dan ruang bedah.
Namun, layanan hemodialisis dan radiologi belum dapat beroperasi karena aliran listrik PLN terhenti selama enam hari, sehingga mesin yang tersedia belum dapat digunakan.
Kondisi serupa terjadi di RSUD Zubir Mahmud, Aceh Timur. Layanan dasar seperti IGD, laboratorium klinik, dan rawat inap telah berjalan, tetapi layanan hemodialisis dan radiologi masih terhenti akibat pemadaman listrik PLN selama empat hari.
Rumah sakit ini membutuhkan pasokan genset dan BBM agar seluruh layanan dapat kembali normal. Sementara itu, RSUD Sultan Abdul Azis Syah (SAAS) Peureulak, Aceh Timur, juga mulai mengoperasikan layanan IGD dan sejumlah poliklinik.
Baca juga: Pasokan Listrik Terbatas Pascabencana di Sumatera, Ratusan Pasien Gagal Ginjal Tertunda Cuci Darah
Sslain ketidakstabilan listrik, ketersediaan air bersih masih terbatas dan sebagian alat radiologi dilaporkan rusak juga menjadi kendala di sejumlah RSUD.
Beberapa rumah sakit terpaksa membeli air bersih untuk menjaga operasional layanan dasar. Di Sumatera Utara, RSUD Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, tetap melayani pasien meski dengan fasilitas terbatas.
RS di Daerah Bencana Mulai Beroperasi Bertahap
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan seluruh rumah sakit yang sempat terdampak bencana di wilayah Sumatera kini telah kembali beroperasi secara bertahap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Layanan-RS-di-daerah-bencana-OK.jpg)