Selasa, 9 Juni 2026

Virus Influenza

Ramai Super Flu, Menkes dan Dokter Sebut Bukan Virus Baru, Masyarakat Jangan Panik! Ini Flu Musiman

Menkes RI dan dokter spesialis paru dan pakar kesehatan menegaskan super flu termasuk flu musiman yang tidak sebahaya covid.

Tayang:
Freepik
Ilustrasi flu dan pilek. Menkes RI dan dokter spesialis paru dan pakar kesehatan menegaskan super flu termasuk flu musiman yang tidak sebahaya covid. 

Ringkasan Berita:
  • Super flu menjadi perhatian di awal 2026 ini.
  • Menkes RI dan dokter spesialis paru dan pakar kesehatan menegaskan, super flu masih menjadi bagian dari flu musiman atau flu biasa.
  • Masyarakat diminta tak panik karena super flu atau influenza A (H3N2) subclade K ini tidak sebahaya covid-19.

 

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Mengawali tahun 2026 ini, super flu menjadi perhatian.

Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes RI) dan dokter spesialis paru dan pakar kesehatan menegaskan, influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal awam super flu masih menjadi bagian dari flu musiman atau flu biasa.

Baca juga: Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak? 

Publik perlu menyikapinya dengan kewaspadaan tanpa harus khawatir berlebihan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan, peningkatan kasus influenza A (H3N2) di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, dipengaruhi oleh musim dingin di negara empat musim. 

Virus H3N2 sudah lama ada dan terus bermutasi dengan subclade K, sehingga vaksinasi influenza rutin dianjurkan di negara-negara tersebut.

Tidak Berbahaya Seperti Covid-19 

Penyebaran Covid-19 di Malaysia kembali melonjak
Penyebaran Covid-19 di Malaysia kembali melonjak (malaymail)

Menkes memastikan super flu tidak berbahaya seperti Covid-19 dan umumnya dapat sembuh sendiri jika daya tahan tubuh baik. 

Penularannya melalui udara, sehingga penggunaan masker saat flu dianjurkan. 

Penanganannya sama seperti flu biasa, dengan menjaga imunitas melalui pola hidup sehat, makan bergizi, istirahat cukup, dan olahraga.

"Influenza A (H3N2), ini adalah flu biasa," kata dia di Jakarta.


Jangan Panik

Dari sisi medis, dokter spesialis paru Prof. Agus Dwi Susanto menegaskan istilah super flu tidak dikenal dalam dunia medis.

Istilah super flu dikenal di masyarakat karena virusnya menyebar cepat dan terasa lebih berat.

Gejalanya bisa demam tinggi, nyeri otot hebat, batuk kering, dan sakit kepala, namun tidak lebih berat dibanding Covid-19 pada awal pandemi. 

Baca juga: Apa Itu Super Flu Subclade K? Awal Terdeteksi di Jawa Tengah, Kenali Gejala dan Cara Pencegahan

Meski demikian, keluhannya bisa lebih berat dibandingkan Covid-19 saat ini yang umumnya ringan. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved