Virus Influenza
Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak?
Sedang ramai flu yang disebut super flu akhir-akhir ini. Gejalanya mirip Covid-19. Lantas, apa bedanya Super Flu dan Covid-19?
Ringkasan Berita:
- Ramai penularan influenza A (H3N2) Subclade K atau super flu yang sedang ramai.
- Gejalanya disebut mirip Covid-19.
- Benarkah lebih parah?
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sedang ramai flu yang disebut super flu akhir-akhir ini. Gejalanya mirip Covid-19.
Super flu bahkan sudah sampai di Indonesia.
Baca juga: Super Flu Subclade K Mayoritas Dialami Anak-anak, Ini Imbauan Ketua IDAI
Lantas, apa bedanya Super Flu dan Covid-19?
Kasus di Indonesia
Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyebutkan bahwa super flu yang disebut sebagai Influenza A (H3N2) subclade K sudah terdeteksi di Indonesia.
Baca juga: Ramai soal Super Flu Subclade K, Kemenkes Jelaskan Situasi Global, Asia dan Indonesia
Flu jenis ini sebelumnya meluas di Amerika Serikat, seiring datangnya musim dingin.
Kemenkes menyebut, ada 62 kasus yang tersebar di 8 provinsi sejak Agustus – Desember 2025.
Dari 62 kasus yang ada, influenza A (H3N2) mayoritas dialami anak-anak.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman menyebut, virus super flu ini sudah tersebar di 8 provinsi.
Baca juga: Sebaran Kasus Super Flu Subclade K di Indonesia, Awal Terdeteksi di Jawa Tengah
Kemenkes mencatat, kasus subclade K mulai terdeteksi pada Agustus 2025.
"Tersebar di 8 provinsi dengan provinsi terbanyak: Jawa Timur. Kasus paling awal ada di Jawa Tengah," kata Aji kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).
Berikut sebaran subclade K di Indonesia:
- 1. Jawa Timur 23 kasus
- 2. Kalimantan Selatan 18 kasus
- 3. Jawa Barat 10 kasus
- 4. Sumatera Selatan 5 kasus
- 5. Sumatera Utara 3 kasus
- 6. Jawa Tengah 1 kasus
- 7. D.I.Yogyakarta 1 kasus
- 8. Sulawesi Utara 1 kasus
Ditegaskan Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.
Di Indonesia, hasil surveilans menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-batukvirus-corona.jpg)