Waspada! Jerawat dan 3 Masalah Kulit Ini Paling Sering Muncul Saat Hujan
Musim hujan bikin kulit bermasalah: jerawat meledak, eksim kambuh, jamur menyerang. Waspada 4 gangguan kulit paling sering muncul saat hujan!
Ringkasan Berita:
- Jerawat tiba-tiba meledak, wajah lengket bikin panik.
- Keringat buntat gatal di lipatan tubuh makin parah.
- Jamur, bakteri, eksim kambuh saat hujan deras.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Musim hujan sering dianggap menyenangkan karena udara terasa lebih sejuk. Namun di balik rintik hujan dan langit mendung, ada “alarm bahaya” yang kerap luput disadari: meningkatnya risiko gangguan kulit.
Kulit terasa lengket, jerawat mudah kambuh, hingga infeksi jamur dan bakteri mendadak muncul.
Kondisi ini bukan tanpa sebab.
Perubahan kelembapan, suhu, dan kebersihan lingkungan saat musim hujan berpengaruh besar terhadap kesehatan kulit.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Ambar Aliwardani, Sp.DVE, menjelaskan bahwa musim hujan menciptakan kondisi ideal bagi berbagai masalah kulit.
“Saat musim hujan, kelembaban meningkat. Kadar uap air lebih tinggi sehingga udara terasa panas. Kondisi ini merangsang produksi kelenjar keringat dan minyak,” jelas dr. Ambar dalam live streaming Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health, Minggu (11/1/2026).
Berikut empat masalah kulit yang paling sering muncul saat musim hujan dan perlu diwaspadai:
1. Jerawat Mudah Kambuh dan Breakout
Kelembapan tinggi membuat produksi minyak dan keringat meningkat.
Minyak berlebih yang bercampur keringat menyumbat pori-pori dan menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab jerawat.
Wajah terasa lengket, jerawat muncul tiba-tiba meski sudah rutin skincare.
Baca juga: Menkes soal Super Flu: Hati-hati tapi Jangan Panik, Flu Biasa Tak seperti Covid-19
2. Keringat Buntat dan Kulit Lengket
Keringat buntat atau milia terjadi akibat sumbatan pada kelenjar keringat yang bekerja lebih aktif di udara lembap.
Pakaian basah atau tidak menyerap keringat membuat kulit sulit “bernapas”.
Akibatnya muncul bintil kecil, rasa gatal, dan tidak nyaman, terutama di area lipatan tubuh.
3. Eksim Atopik Kambuh
Bagi penderita eksim atopik atau dermatitis atopik, musim hujan bisa menjadi fase paling berat.
Struktur pelindung kulit yang lemah membuatnya sensitif terhadap perubahan lingkungan.
“Pada orang dengan dermatitis atopik, barier kulit tidak sekuat orang normal. Saat mudah berkeringat, celah kulit menjadi pintu masuk bakteri dan jamur,” terang dr. Ambar.
Keringat yang mengandung garam memperparah iritasi.
Saat menguap, kulit semakin kering, gatal, dan berisiko terinfeksi jika digaruk terus-menerus.
4. Infeksi Jamur, Bakteri, dan Parasit
Lingkungan lembap saat musim hujan adalah kondisi favorit bagi jamur dan bakteri.
Kasus panu, kandidiasis kulit, hingga infeksi jamur di lipatan tubuh meningkat.
Aktivitas seperti sering kehujanan atau bermain air kotor bisa membuka jalan bagi infeksi bakteri melalui luka kecil, yang berkembang menjadi pioderma.
Infeksi parasit seperti skabies juga lebih mudah menyebar karena tungau penyebabnya menyukai area hangat dan lembap, terutama di lipatan kulit.
“Kulit yang lembab akan mudah sekali tumbuh subur jamur,” pungkas dr. Ambar.
Musim hujan bukan alasan untuk abai pada kesehatan kulit.
Menjaga kebersihan tubuh, segera mengganti pakaian basah, dan memastikan kulit tetap kering adalah langkah penting untuk mencegah masalah semakin parah.
Kulit sehat di musim hujan bukan sekadar estetika, tetapi juga perlindungan tubuh dari infeksi yang bisa berdampak lebih serius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Seorang-remaja-tampak-dengan-jerawat-di-wajahnya.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.