Menkes Budi Ungkap Harga Obat Mahal, Pasien Hepatitis Indonesia Bayar hingga 6 Kali Lipat
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga obat di Indonesia berkali lipat lebih mahal ketimbang harga obat dunia.
Ringkasan Berita:
- Menkes Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga obat di Indonesia lebih mahal ketimbang harga obat dunia.
- Harga obat di Indonesia dalam catatan Menkes dua sampai enam kali harga obat di dunia.
- Antivirus untuk hepatitis B yakni Tenofovir Disoproxil Fumarate (TDF) misalnya dibanderol USD 4,8 (Rp 85.500) di Indonesia, sementara harga global USD 7,5 (Rp 133.000).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga obat di Indonesia berkali lipat lebih mahal ketimbang harga obat dunia.
Ia mencontohkan, antivirus untuk hepatitis B yakni Tenofovir Disoproxil Fumarate (TDF) dibanderol USD 4,8 (Rp 85.500) di Indonesia. Sementara, harga global USD 2,4 (Rp 42.700).
Baca juga: Harga Obat di RI Terancam Naik akibat Perang Timur Tengah, BPOM dan Industri Siapkan Strategi
Lalu ada juga obat hepatitis B kronis lainnya, Entecavir (ETV) dibanderol USD 18 (Rp 320.000), sementara harga global USD 7,5 (Rp 133.000).
“DAC (Daclatasvir), buat hepatitis C, di kita 152 dolar (Rp 2.710.000). Di dunia harganya 24 dolar (Rp 427.920), kita enam kali lipat,” kata Budi di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
"Ada juga Velpatasvir-sofosbuvir, untuk hepatitis C juga ya, Di kita 1.100 dolar (Rp 19.600.000), di dunia 174 dolar (Rp 3.102.000), ini juga 6 kali lipat. Padahal, kita sudah kerja sama sama The Medicines Patent Pool (MPP), agar patennya digeser ke kita," ujar Menkes.
Kondisi ini kata Budi adalah anomali di Indonesia, dimana harga obat di Indonesia dalam catatan dia dua sampai enam kali harga obat di dunia.
Ke depan pihakanya akan melakukan nEgosisaasi agar bisa meneken harga obat dalam negeri.
“Saya nggak ngerti kenapa harga obat kita masih dua kali lipat sampai enam kali lipat lebih mahal dari harga obat yang ada di dunia. Ini kebijakan juga yang kita mesti beresin,” kata Budi.
Soal penanganan hepatitis atau peradangan hati dan penyakit hati lainnya dapat diatasi dan dicegah dengan baik di Indonesia.
Dimulai dengan membereskan skrining atau penapisan di puskesmas.
“Kemudian, kita harus negosiasi agar harga obatnya ini bisa turun. Sehingga orang-orang yang harus treatment dengan minum obat, itu bisa jauh lebih murah,” kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-tes-darah-hepatitis-b-tambahan.jpg)