Diduga Terkontaminasi Racun, Susu Formula Nestle Ditarik dari Pasaran Eropa hingga Asia
Nestle menarik produk secara global pasca susu formula SMA, BEBA, dan NAN diduga terkontaminasi racun yang dapat menyebabkan mual dan muntah.
Ringkasan Berita:
- Susu formula SMA, BEBA, dan NAN diduga terkontaminasi racun yang dapat menyebabkan mual dan muntah.
- Diduga ada Bacillus cereus atau B cereus yakni bakteri yang dapat melepaskan racun berbahaya dan menyebabkan keracunan makanan.
- Karena dugaan tersebut, Nestle menarik produknya secara global, mulai dari Eropa hingga Asia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Nestle menarik produk secara global pasca susu formula SMA, BEBA, dan NAN diduga terkontaminasi racun yang dapat menyebabkan mual dan muntah.
Penarikan ini dimulai dalam skala yang lebih kecil pada bulan Desember.
Baca juga: IDAI: ASI Lebih Aman Diberikan pada Bayi di Masa Bencana, Ini Risiko Jika Gunakan Susu Formula
Susu formula bayi tersebut dijual di seluruh Eropa, Turki, dan Argentina, karena terkontaminasi cereulide, racun yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus.
“Keamanan pangan dan kesejahteraan semua bayi tetap menjadi prioritas utama kami," kata Nestlé dalam sebuah pernyataan.
"Kami memahami bahwa berita ini dapat menimbulkan kekhawatiran, dan kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan serta dukungan bagi orang tua dan pengasuh selama proses ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Baca juga: Konsumsi Susu Formula di Indonesia Meningkat, Cakupan ASI Eksklusif Jauh dari Target WHO
Nestlé menyatakan, belum ada kasus penyakit yang terkait dengan penarikan produk tersebut.
Total ada 49 negara yang terimbas penarikannya.
Di setiap negara produk yang ditarik berbeda-beda.
Juru bicara Nestle mengatakan, pihaknya melakukan pengujian semua minyak asam arakidonat dan campuran minyak terkait yang digunakan dalam produksi produk nutrisi bayi yang berpotensi terdampak.
Setelah pengujian selesai, Nestle menarik produk yang terdampak, beralih ke pemasok bahan baku alternatif, meningkatkan produksi di beberapa pabrik, serta mempercepat distribusi produk yang aman untuk menjaga pasokan.
Berikut daftar 49 negara yang terimbas dalam penarikan produk:
Wilayah Eropa
Austria, Belgia, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Irlandia, Italia, Makedonia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, Inggris Raya, Ukraina.
Wilayah Amerika
Argentina, Brasil, Chili, Meksiko, Paraguay, Perú dan Uruguay.
Wilayah Asia
Tiongkok Daratan, Tiongkok Raya; Tiongkok Daratan (CBEC - perdagangan elektronik lintas batas), Hong Kong SAR, Tiongkok Raya, , Filipina.
Wilayah Australia
Selandia Baru
Timur Tengah & Afrika Utara
Bahrain, Mesir, Iran, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan UEA.
Apa Itu Bacillus Cereus?
Melansir laman Cleveland Clinic, Bacillus cereus atau B cereus adalah bakteri yang dapat melepaskan racun berbahaya dan menyebabkan keracunan makanan.
Infeksi biasanya muncul 1–6 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, seperti ikan, susu, daging, sayuran, nasi, pasta, kue kering, atau sushi.
Gejalanya meliputi muntah, diare, sakit perut, kelemahan, dan dehidrasi, dan dapat berlangsung hingga 24 jam.
Bakteri ini tidak hanya menyerang saluran pencernaan, tetapi juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya.
Sumber: Reuters, USA Today dan Cleveland Clinic
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-susu-formula13.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.