Sabtu, 18 April 2026

Sering Dianggap Pegal Biasa, Ini Tanda Asam Urat yang Kerap Diremehkan

Nyeri sendi kerap dianggap sebagai dampak kelelahan atau aktivitas berlebih.  Rasa pegal bisa jadi tanda awal serangan.

BLODSKY
Ilustrasi Asam Urat. Nyeri sendi kerap dianggap sebagai dampak kelelahan atau aktivitas berlebih.  Rasa pegal bisa jadi tanda awal serangan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Terasa pegal kerap diremehkan sebagai akibat lelah. 
  • Namun ternyata ini perlu diwaspadai karena rasa nyeri yang datang tiba-tiba bisa menjadi tanda awal serangan asam urat.
  • Waspadalah jika nyeri dan rasa nyeri muncul tanpa disertai cedera seperti benturan.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Nyeri sendi kerap dianggap sebagai dampak kelelahan atau aktivitas berlebih. 

Namun dalam banyak kasus, rasa nyeri yang datang tiba-tiba bisa menjadi tanda awal serangan asam urat.

Baca juga: Bukan Cuma Faktor Keturunan, Gaya Hidup Lebih Dominan Picu Asam Urat

Masalahnya, serangan pertama asam urat sering diabaikan karena dianggap bisa sembuh sendiri. 

Padahal, menurut dokter spesialis penyakit dalam RS Ngoerah, dr. Dewa Ayu Kartika Tejawati, kondisi ini seharusnya tidak dianggap sepele.

“Kalau sendinya bengkak tiba-tiba, merah, dan nyeri hebat sampai nggak bisa jalan, itu harus segera mencari pengobatan,” tegasnya dalam talkshow kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Selasa (20/1/2026).


Serangan Pertama yang Sering Diremehkan

Banyak orang tidak menyadari bahwa nyeri mendadak di sendi adalah serangan asam urat pertama. 

Apa lagi jika sebelumnya tidak ada benturan atau cedera.

Sering kali, nyeri muncul setelah pola makan tertentu, seperti konsumsi daging dan jeroan dalam jumlah besar. Pola ini kerap terlihat setelah momen perayaan atau hari besar.

“Biasanya orang datang ke rumah sakit dengan keluhan asam urat itu habis hari raya, karena banyak banget makan daging,” ujar dr. Dewa Ayu.

Lonjakan kadar asam urat yang terjadi secara tiba-tiba inilah yang memicu serangan nyeri hebat.


Jangan Menunggu Parah

Dalam gaya hidup aktif, nyeri sering dianggap sebagai bagian dari rutinitas. Namun ada batas yang perlu diwaspadai. 

Ketika nyeri disertai pembengkakan, kemerahan, dan terjadi tanpa sebab jelas, pemeriksaan medis menjadi penting.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved