Ingin Turun Berat Badan Seiring Puasa Ramadan, Dokter Ingatkan Jangan Lakukan Kesalahan Ini
Niat diet saat puasa sering kali berujung salah kaprah, makan balas dendam saat berbuka, sahur seadanya, hingga badan lemas seharian.
Ringkasan Berita:
- Banyak orang menjadikan puasa sebagai ajang diet ekstrem, padahal esensinya berbeda
- Puasa tetap harus dijalani sebagai ibadah. Diet hanyalah efek samping yang bisa diperoleh bila pola makan dijaga dengan bijak
- Salah satu pemicu berat badan tak turun saat puasa adalah kebiasaan makan berlebihan ketika berbuka
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ramadan kerap jadi momentum banyak orang ingin hidup lebih sehat, termasuk menurunkan berat badan.
Namun, niat diet saat puasa sering kali berujung salah kaprah, makan balas dendam saat berbuka, sahur seadanya, hingga badan lemas seharian.
Dokter Umum dr. Irwan Heriyanto, MARS, menegaskan bahwa puasa memang bisa sejalan dengan diet, asalkan niat dan caranya tidak keliru.
Luruskan Niat: Puasa Dulu, Diet Menyusul
Menurut dr. Irwan, kesalahan paling sering terjadi justru sejak awal. Banyak orang menjadikan puasa sebagai ajang diet ekstrem, padahal esensinya berbeda.
Baca juga: Anak Mau Ikut Puasa Saat Ramadan? Ketahui Batas Aman Versi Dokter
“Yang pertama kan niatnya dulu ya. Orang puasa kan niatnya dulu. Bukan niat diet lo ya. Tapi kemudian untuk dijadikan sebagai diet ya boleh-boleh aja salah-salah saja gitu kan,” ujarnya dalam acara Halodoc Talks by Halodoc: Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Selama Ramadan hingga Perayaan Idulfitri di Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
Puasa tetap harus dijalani sebagai ibadah. Diet hanyalah efek samping yang bisa diperoleh bila pola makan dijaga dengan bijak.
Stop Balas Dendam Saat Buka Puasa
Salah satu pemicu berat badan tak turun saat puasa adalah kebiasaan makan berlebihan ketika berbuka. Merasa seharian tidak makan, banyak orang justru “mengganti” semua kalori dalam satu waktu.
Lebih lanjut dr. Irwan mengingatkan agar konsumsi manis tidak berlebihan dan porsi makan tetap dikontrol.
“Mentang-mentang saya gak makan tiga kali nih jadi satu tuh nasinya tuh jadi segunung gitu kan. Nah itu juga jangan. Karena itu juga akan memacu atau memicu gula darah yang di dalam,” jelasnya.
Ia menyebutkan, secara sederhana berbuka bisa diawali dengan kurma secukupnya, lalu salat, dan dilanjutkan makan utama dengan porsi wajar.
Kunci Awet Kenyang Saat Puasa Ada di Serat
Agar tidak cepat lapar dan tetap bertenaga sepanjang hari, dr. Irwan menekankan pentingnya asupan serat, terutama saat sahur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-Puasa-Ramadhan-2025.jpg)