Senin, 4 Mei 2026

Virus Nipah

Ada Wabah Virus Nipah di India: Kenali Gejala, Risiko dan Pencegahannya

Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus nipah.

Tayang:
HO/IST/Dokumentasi Kemenkes
WASPADA - Menyusul laporan dua kasus terkonfirmasi di India, tepatnya di Negara Bagian Benggala Barat (West Bengal) pada Januari 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditimbulkan dari virus nipah. 

Ringkasan Berita:
  • Dua kasus sebaran virus nipah terkonfirmasi di India, tepatnya di Negara Bagian Benggala Barat (West Bengal) pada Januari 2026.
  • Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus nipah.
  • Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berpotensi menyebabkan gangguan serius pada manusia 

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Menyusul laporan dua kasus terkonfirmasi di India, tepatnya di Negara Bagian Benggala Barat (West Bengal) pada Januari 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus nipah.

Baca juga: Virus Nipah Jadi Sorotan Global, Mungkinkah Jadi Pandemi seperti Covid-19? Ini Penjelasan Pakar

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berpotensi menyebabkan gangguan serius pada manusia dan memiliki angka kematian yang tinggi, sehingga diperlukan langkah pencegahan.

Apa itu Virus Nipah?

Dikutip dari laman infeksiemerging kemkes, virus Nipah termasuk dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. 

Penyakit ini memiliki Case Fatality Rate (CFR) tinggi sebesar 40–75 persen.

Cara Penularan

Virus Nipah dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi (liar atau domestik), termasuk melalui ekskresi dan sekresinya.

Kemudian, kontak dengan orang yang terinfeksi atau cairan tubuhnya (droplet, urin, darah).

Serta kontak tidak langsung melalui benda atau makanan yang terkontaminasi virus.

Ilustrasi virus Chandipura yang mewabah di India
Ilustrasi virus Chandipura yang mewabah di India (via NDTV)

Faktor Risiko

1. Pelaku perjalanan dari negara terjangkit

2. Tinggal atau bekerja sebagai peternak atau pemotong babi, terutama di area dekat populasi kelelawar buah (reservoir alami)

3. Konsumsi produk hewan atau buah terkontaminasi, seperti nira sawit atau buah dengan bekas gigitan kelelawar.

4. Tenaga kesehatan atau keluarga yang merawat pasien terinfeksi.

Gejala dan Tanda Klinis

Masa inkubasi Virus Nipah berkisar 4–14 hari.

Gejala awal berupa demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah, nyeri tenggorokan.

Pada kondisi yang lebih berat, dapat muncul pusing dan mudah mengantuk, penurunan kesadaran, kejang dan gangguan saraf hingga ensefalitis akut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved