Senin, 4 Mei 2026

Sering Salah Kaprah, Pakar Tegaskan Ibu Hamil dan Pasien Autoimun Justru Wajib Vaksin Influenza

Salah satu kelompok yang sering ragu adalah ibu hamil. Padahal, mereka termasuk yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin influenza.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
canalc.com.ar
LUSTRASI IBU HAMIL - Dokter Subspesialis Fetomaternal dr. Reza Tigor Manurung, Sp.OG, Subsp.KFM mengatakan, banyak calon orangtua yang cemas dan penuh pertanyaan tentang kondisi bayi dalam kandungan. Untuk itu, dokter yang praktik di di Women’s Health Center Bethsaida Hospital ini mengatakan, diagnosis prenatal membantu mendeteksi kemungkinan kelainan atau kondisi khusus pada janin sejak dini sehingga calon orangtua bisa lebih siap, baik secara medis maupun emosional—menghadapi kehamilan dan persalinan. 

Ringkasan Berita:
  • Dalam banyak kasus, kelompok yang mengira “tidak boleh vaksin” justru termasuk yang paling membutuhkan perlindungan. Termasuk kebutuhan akan vaksin influenza
  • Salah satu kelompok yang sering ragu adalah ibu hamil. Padahal, mereka termasuk yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin influenza
  • Penderita penyakit kronis seperti diabetes, jantung, ginjal, hingga gangguan paru juga termasuk kelompok prioritas

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tidak sedikit orang yang menolak vaksin influenza karena merasa dirinya tidak memenuhi syarat.

Padahal, dalam banyak kasus, kelompok yang mengira “tidak boleh vaksin” justru termasuk yang paling membutuhkan perlindungan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Dewasa dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-AI, FINASIM, menyebut fenomena ini sebagai salah kaprah yang cukup serius di masyarakat.

“Banyak orang sebenarnya boleh divaksinasi tapi menolak karena merasa kondisinya tidak memungkinkan,” ujarnya pada media diskusi Perlindungan Tanpa Batas : Pentingnya Influenza bagi Dewasa dan Lansia yang diselenggarakan Kalbe melalui Kalventis di Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). 

Baca juga: Influenza Ada Sepanjang Tahun di Indonesia, Ini Waktu Terbaik Vaksin

Salah satu kelompok yang sering ragu adalah ibu hamil. Padahal, mereka termasuk yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin influenza.

“Jadi misalnya ibu hamil, remaster berapapun,” jelasnya.

Alasannya sederhana tapi krusial: perlindungan tidak hanya untuk ibu, tetapi juga untuk bayi.

“Ibunya dulu divaksin pada waktu hamil, supaya menghasilkan antibodi yang bisa ditransfer ke bayinya, ke janinnya,” jelasnya.

Hal ini menjadi penting karena bayi belum bisa menerima vaksin influenza hingga usia tertentu.

Penyakit Autoimun Bukan Penghalang

Kelompok lain yang sering ragu adalah pasien dengan penyakit autoimun seperti lupus atau psoriasis.

Padahal, mereka justru membutuhkan perlindungan ekstra.

“Pasien autoimun itu seperti lukus, dermatitis, psoriasis. Vaksinasi justru penting,” tegasnya.

Risiko infeksi pada kelompok ini lebih tinggi, baik karena penyakitnya maupun efek dari pengobatan yang dijalani.

Karena itu, keputusan vaksinasi sebaiknya tidak didasarkan pada asumsi, melainkan konsultasi medis.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved