Rabu, 3 Juni 2026

Kasus IBD Terus Meningkat, Gejala pada Anak Masih Sering Terlewat

Kasus IBD di Indonesia meningkat, gejala anak sering terlewat. Diagnosis terlambat bikin komplikasi serius, tren Asia terus naik tiap tahun.

Tayang:
Penulis: willy Widianto
HO/IST
KASUS IBD - Sejumlah pakar gastroenterologi hadir dalam Forum Ilmiah IBD Update 2026 di Jakarta, 23–24 Januari 2026. Mereka menyoroti peningkatan kasus Inflammatory Bowel Disease (IBD) di Indonesia, terutama anak-anak yang sering terlambat terdiagnosis karena gejala awal kerap dianggap keluhan pencernaan biasa. 

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan sistem layanan kesehatan serta peningkatan kewaspadaan klinis agar IBD dapat dikenali dan ditangani lebih dini.

Target Terapi Tak Lagi Sekadar Redakan Gejal

Dalam sesi ilmiah lain, para pakar menegaskan bahwa tujuan terapi IBD saat ini tidak hanya meredakan gejala, melainkan mencapai target yang lebih komprehensif. Pendekatan treat-to-target dinilai penting untuk mencegah progresivitas penyakit dan kerusakan usus jangka panjang.

“Keputusan terapi harus mempertimbangkan efektivitas, keamanan, kecepatan respons, serta preferensi pasien, agar kualitas hidup dapat dioptimalkan,” ujar Prof. Ling Khoon Lin, konsultan gastroenterologi dari Singapura.

Dengan meningkatnya kasus IBD dan masih sering terlewatnya gejala awal—terutama pada anak—para ahli menilai edukasi, kewaspadaan dini, dan kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci untuk menekan dampak penyakit ini di masa depan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved