Skrining Kesehatan, Langkah Penting Pencegahan Penyakit Kronis yang Berkembang Tanpa Gejala
Penyakit kronis seperti gangguan metabolik dan organ dalam sering muncul secara perlahan.
Ringkasan Berita:
- Skrining kesehatan komunitas di Waringin Permai, Jakarta Timur, menemukan sepertiga warga perlu evaluasi lanjutan
- Pemeriksaan USG mendeteksi kelainan organ dalam yang sering berkembang tanpa gejala
- Temuan ini menjadi langkah awal penting untuk pencegahan penyakit kronis dan komplikasi serius.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hasil skrining kesehatan komunitas di Waringin Permai, Jakarta Timur, menunjukkan sekitar sepertiga peserta perlu evaluasi medis lebih lanjut.
Pemeriksaan puluhan warga dilakukan tim medis dari Rhemedi Medical Services menggunakan USG organ dalam untuk mendeteksi kelainan hati, ginjal, pankreas, kantung empedu, dan organ reproduksi.
Praktisi kesehatan, dr. Rheza Maulana S, BMedSc (Hons), SpRad, SH, MM, MARS mengatakan, temuan ini menjadi langkah awal penting untuk pencegahan penyakit kronis yang berkembang tanpa gejala sehingga masyarakat sering tidak menyadarinya hingga muncul komplikasi serius.
Ia menekankan penyakit kronis seperti gangguan metabolik dan organ dalam sering muncul secara perlahan.
Baca juga: Pengidap Demensia di Indonesia 1,2 Juta, Skrining Awal Pada Lansia Cegah Penurunan Fungsi Kognitif
“Sebagian besar gangguan organ dalam tidak menimbulkan keluhan spesifik. Tanpa skrining, kondisi ini bisa tidak terdeteksi hingga muncul komplikasi,” kata Rheza dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Di kota besar seperti Jakarta, faktor risiko penyakit tidak menular semakin tinggi.
Pola hidup sedentari, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, minim aktivitas fisik, serta tekanan stres menjadi kombinasi yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Studi menunjukkan beban penyakit tidak menular kini lebih dominan dibanding penyakit menular di Indonesia, namun budaya pemeriksaan rutin masih terbatas.
Pendekatan skrining berbasis komunitas dinilai relevan karena mendekatkan layanan kesehatan ke lingkungan tempat tinggal. Dengan cara ini, hambatan biaya, rasa takut, dan persepsi “belum sakit” dapat ditekan.
Meski begitu, dokter yang berpraktek di Rhemedi Medical Services ini menekankan bahwa skrining hanyalah langkah awal.
Tanpa tindak lanjut, mulai dari rujukan medis, pengawasan terapi, hingga edukasi perubahan gaya hidup, manfaat skrining bisa berkurang.
“Program ini penting untuk mendeteksi kondisi sejak dini dan meminimalkan risiko komplikasi jangka panjang," katanya.
Edukasi, pemantauan, dan tindakan preventif adalah kunci agar temuan ini berdampak nyata bagi kesehatan warga.
"Hasil skrining ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat agar rutin memeriksa kesehatan dan memperhatikan gaya hidup sehat, sekaligus mendorong program skrining berkelanjutan di perkotaan," katanya.
(Tribunnews.com/ Eko Sutriyanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/USG-1-17022026.jpg)