Dokter Ungkap Penyebab Banyak Anak Mengalami Gangguan Ginjal
Gangguan ginjal pada anak sering berkembang secara diam-diam. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan medis menjadi penting.
Ringkasan Berita:
- Gangguan ginjal pada anak dapat muncul dari berbagai penyebab yang saling berkaitan. Sebagian kasus gangguan ginjal pada anak berkaitan dengan kelainan struktur saluran kemih
- Isu ini tidak sesederhana pola makan semata. Ada faktor anatomi, metabolisme, hingga kebiasaan konsumsi harian yang diam-diam meningkatkan risiko gangguan ginjal
- Anak yang mengalami malnutrisi, sering diare, atau dehidrasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap pembentukan batu ginjal
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus gangguan ginjal pada anak kini semakin sering ditemukan, bahkan pada usia yang sangat muda.
Sebagian anak harus menjalani perawatan serius hingga cuci darah.
Kondisi ini membuat banyak orang tua bertanya-tanya, apa sebenarnya yang memicu masalah ginjal sejak dini?
Isu ini tidak sesederhana pola makan semata. Ada faktor anatomi, metabolisme, hingga kebiasaan konsumsi harian yang diam-diam meningkatkan risiko gangguan ginjal pada anak.
Menurut Dr. dr. Widi Atmoko, Dokter Spesialis Urologi subspesialis Uro-Andrologi dari Eka Hospital MT Haryono, gangguan ginjal pada anak dapat muncul dari berbagai penyebab yang saling berkaitan.
Gangguan Anatomi dan Faktor Genetik Sejak Lahir
Sebagian kasus gangguan ginjal pada anak berkaitan dengan kelainan struktur saluran kemih.
Penyempitan pada saluran yang seharusnya normal dapat menghambat aliran urin dan memicu masalah jangka panjang. Selain itu, faktor metabolisme juga berperan besar.
Baca juga: Tantangan Utama Pasien Transplantasi Ginjal di Indonesia, Akses, Biaya dan Obat
Pada beberapa anak, terdapat kecenderungan genetik yang membuat kadar kalsium dalam urin lebih tinggi dari normal.
Kondisi ini meningkatkan risiko pembentukan batu sejak dini.
“Jadi beberapa kasus itu cukup sering juga masalah dari turunan genetik," ungkapnya dalam Grand Launching Summit Robotic & Endourology Institute di Eka Hospital MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2026).
Pemeriksaan metabolik melalui tes urin dan darah dapat membantu mendeteksi risiko ini lebih awal.
Dari pemeriksaan tersebut, dokter dapat menilai kemungkinan gangguan hormon atau ketidakseimbangan kalsium yang berkontribusi pada pembentukan batu ginjal.
Malnutrisi dan Dehidrasi Bisa Memperparah Risiko
Tak hanya faktor bawaan, kondisi nutrisi anak juga berpengaruh.
Anak yang mengalami malnutrisi, sering diare, atau dehidrasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap pembentukan batu ginjal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-ginjal-8687.jpg)