Ramadan 2026
Cek Kesehatan Deteksi Gangguan Kesehatan akibat Perubahan Pola Hidup saat Ramadan hingga Lebaran
Perubahan pola makan, waktu istirahat, serta aktivitas perjalanan saat mudik dapat memengaruhi daya tahan tubuh selama puasa.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin di tengah tingginya kasus penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan kanker
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan deteksi dini agar penanganan lebih cepat dan efektif, terutama saat Ramadan dan Idul Fitri
- Ini mengingat, risiko perubahan gaya hidup yang dapat memicu gangguan kesehatan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan, terutama di tengah tingginya kasus penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, stroke, dan kanker.
Baca juga: 13.371 Penerima Program MBG Alami Gangguan Kesehatan, 638 di Antaranya Dirawat Inap
PTM masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Penyakit ini umumnya berkembang secara perlahan dalam jangka panjang dan kerap tidak disadari hingga memasuki tahap lanjut.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin setidaknya satu kali dalam setahun.
"Pemeriksaan berkala mampu membantu mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif," katanya di Jakarta belum lama ini.
Ia juga mengingatkan bahwa selama bulan Ramadan dan Idul Fitri, perhatian terhadap kondisi kesehatan menjadi semakin penting.
Perubahan pola makan, waktu istirahat, serta aktivitas perjalanan saat mudik dapat memengaruhi daya tahan tubuh.
Baca juga: Total Pembiayaan Gangguan Kesehatan Jiwa Alami Tren Naik, Nilainya Tembus Rp 6,7 Triliun
Laporan Indonesia Health Insights Q1 2026 yang dirilis Halodoc menyoroti fenomena Health Adjustment Gap, yakni ketidaksesuaian antara kesiapan tubuh dan perubahan gaya hidup selama Ramadan hingga Lebaran.
Kondisi ini berpotensi memicu keluhan kesehatan yang kerap muncul berulang setiap tahun.
Karena itu, langkah preventif seperti pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki periode tersebut dinilai dapat membantu masyarakat menjalani ibadah dan aktivitas secara lebih optimal.
Direktur Sales & Marketing Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan, menegaskan bahwa kesehatan masyarakat harus menjadi fondasi utama pembangunan.
Menurutnya, deteksi dini sangat penting karena peluang kesembuhan akan jauh lebih tinggi ketika penyakit diketahui sejak tahap awal.
"Langkah preventif kini semakin terjangkau dan tidak selalu membutuhkan biaya besar," katanya.
Terlebih pada bulan Ramadan, kata dia kondisi tubuh yang prima diperlukan untuk menjalani puasa selama satu bulan penuh dan tetap bugar saat merayakan Idul Fitri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-PERIKSA-GRATIS-Ilustrasi-program-Cek-Kesehatan-Gratis-CKG.jpg)