Jumat, 10 April 2026

Luka Diabetes Sulit Sembuh? Dokter Ungkap 3 Penyebab Utama, Bukan Cuma Gula Darah Tinggi

Kekhawatiran muncul ketika penderita diabetes mederitaluka yang tak kunjung sembuh. Doker mengatakan masalah bukan hanya di gula darah.

Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi
LUKA DIABETES - Dokter spesialis bedah subspesialis bedah vaskular RS Pondok Indah – Puri Indah Andrew Jackson Yang Sp. B, Subsp. BVE (K), MARS menjelaskan alasan kenapa luka diabetes sulit sembuh dalam media briefing di Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Kekhawatiran muncul ketika penderita diabetes mederitaluka yang tak kunjung sembuh.
  • Doker mengatakan masalah utamanya bukan hanya di gula darah.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang hanya tahu satu hal tentang diabetes, kadar gula darah tinggi. 

Namun ketika muncul luka yang tak kunjung sembuh, barulah kekhawatiran muncul. 

Kenapa luka pada penderita diabetes bisa begitu lama pulih, bahkan memburuk?

Baca juga: Dua Syarat Agar Pasien Diabetes Aman Jalani Puasa, Salah Satunya Wajib Izin Dokter

Menurut dokter spesialis bedah subspesialis bedah vaskular RS Pondok Indah – Puri Indah Andrew Jackson Yang Sp. B, Subsp. BVE (K), MARS masalah utamanya bukan hanya di gula darah, tetapi pada pembuluh darah dan saraf.

Hiperglikemia kronis merusak lapisan terdalam pembuluh darah, yaitu endotel. 

Kerusakan ini memicu terbentuknya plak aterosklerosis yang menyempitkan aliran darah. 

Akibatnya, oksigen dan nutrisi tidak sampai ke jaringan secara optimal.

Jika aliran darah tersumbat, jaringan di bagian bawahnya tidak mendapat suplai yang cukup. Di sinilah luka mulai sulit sembuh.

“Kalau terjadi pada kaki ya, jadi kakinya bisa luka gak sembuh-sembuh Bisa kakinya mati, janggera yang susah Ini penyebab luka kaki diabetes sulit sembuh,"ungkapnya pada media briefing di Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026). 

Nyeri yang Hilang, Luka yang Membesar

Masalah kedua adalah neuropati atau gangguan saraf. 

Penderita diabetes bisa mengalami kebas atau baal. Luka kecil tidak terasa nyeri sehingga dibiarkan.

“Jadi nyeri ini adalah anugrah sebenarnya Kalau kita punya nyeri itu kita bisa melindungi Melindungi diri sendiri, karena misalnya kalau menyentuh paci panas, langsung cepet-cepet diangkat,"imbuhnya. 

Pada penderita diabetes, refleks perlindungan ini hilang. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved