Ramadan 2026
Rambu-rambu Dokter untuk Pasien Kanker Paru yang Puasa, Syarat, Waktu Minum Obat & Tanda Harus Batal
Ramadan sering memunculkan pertanyaan besar bagi pasien dengan penyakit kronis, termasuk kanker paru.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Amankah puasa bagi pasien dengan penyakit kronis, termasuk kanker paru.
- Bagaimana dengan jadwal minum obat atau kemoterapi?
- Ikuti rambu dari dokter.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ramadan sering memunculkan pertanyaan besar bagi pasien dengan penyakit kronis, termasuk kanker paru.
Apakah mereka boleh berpuasa? Bagaimana dengan jadwal minum obat atau kemoterapi?#
Baca juga: Kanker Paru di Indonesia Meningkat, Batuk Berkepanjangan hingga Dada Nyeri Sering Disepelekan
Berikut rambu-rambu medis yang wajib dipatuhi.
Dokter spesialis paru konsultan onkologi di Dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D, Sp.P(K), menegaskan bahwa pada prinsipnya pasien kanker paru tetap boleh menjalankan puasa.
Dengan catatan kondisi fisik memungkinkan dan tetap dalam pengawasan dokter.
Menurut dokter yang juga anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tersebut, keputusan berpuasa harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan jenis terapi yang dijalani.
“Boleh dong pasien kanker paru (puasa), sesuai dengan kondisi sesuai dengan penyakitnya dan sesuai dengan anjuran dari dokter jadi tetap harus berkonsultasi dengan dokter,” ujar dr. Sita saat dijumpai di bilangan Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, bagi pasien kanker paru yang mengonsumsi obat tablet dan bukan kemoterapi infus, jadwal minum obat bisa disesuaikan selama Ramadan.
Biasanya, obat jenis ini dianjurkan diminum saat perut kosong.
Karena saat berbuka dan setelah salat Isya umumnya pasien makan dalam jumlah lebih banyak, waktu sebelum tidur kerap menjadi pilihan yang lebih ideal untuk minum obat agar kondisi lambung relatif kosong.
Sementara itu, bagi pasien yang menjalani kemoterapi, puasa tetap dimungkinkan tergantung kondisi fisik.
Jika pasien merasa sangat fit dan ingin berpuasa, dokter tidak serta-merta melarang. Namun, evaluasi medis tetap diperlukan.
Kapan Sebaiknya Batal Puasa?
Lalu, kapan pasien kanker paru sebaiknya membatalkan puasa?*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-kanker-paru-0.jpg)