Cara Aman Beri ASI atau Susu pada Bayi yang Lahir dengan Kondisi Bibir Sumbing
Pada bayi dengan bibir sumbing, terutama yang disertai celah langit-langit, proses menyusu tidak semudah bayi normal.
Ringkasan Berita:
- Pendampingan dan penanganan bibir sumbing pada bayi baru lahir harus dilakukan sejak hari pertama.
- Pada bayi dengan bibir sumbing, terutama yang disertai celah langit-langit, proses menyusu tidak semudah bayi normal.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Dokter ahli bedah plastik, dr. Yantoko, Sp.BP-RE, menegaskan, pendampingan dan penanganan bibir sumbing pada bayi baru lahir harus dilakukan sejak hari pertama.
Baca juga: Janin Dalam Kandungan Terdeteksi Bibir Sumbing, Ini yang Harus Dipersiapkan Orangtua
Bibir sumbing masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Ia mengatakan, angka kejadiannya sekitar 1 dari 700 kelahiran.
Dengan jumlah penduduk yang besar, kasus baru muncul setiap tahun dalam jumlah yang signifikan
“Sejak bayi lahir, orang tua sudah mengalami gejolak emosi. Yang seharusnya menjadi momen bahagia, berubah menjadi kekhawatiran,” ujarnya.
Karena itu, pendampingan sejak hari pertama kelahiran sangat penting.
Pada bayi dengan bibir sumbing, terutama yang disertai celah langit-langit, proses menyusu tidak semudah bayi normal.
Ketika lingkar bibir terputus (satu sisi atau dua sisi), membuat daya hisap tidak optimal.
Jika ada celah langit-langit, rongga mulut dan hidung menyatu maka berisiko susu masuk ke saluran napas (aspirasi) lebih tinggi.
“Bahaya tersedak dan aspirasi justru bisa lebih berisiko daripada operasinya sendiri,” tegas dia dalam kegiatan Smile Train di Indonesia di kantor Dentons HPRP, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2026).
Cara Memberikan Susu atau ASI
Berikut cara aman memberi ASI atau Susu:
1. Posisi bayi harus 45 derajat
Saat menyusui, bayi tidak boleh dalam posisi tidur. Bayi harus diposisikan miring atau setengah duduk (±45°).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PEMBERIAN-ASI-PADA-BIBIR-SUMBING.jpg)