Minggu, 12 April 2026

Ramadan 2026

Lebih Dari 2.000 Sampel Makanan Ramadan 2026 se-Indonesia Diperiksa, BPOM Janji Umumkan Hasilnya

Lebih dari 2.000 sampel makanan yang diperiksa pihaknya dalam pengawasan Ramadan 2026 ini dari Sabang sampai Merauke.

Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
PENGAWASAN TAKJIL RAMADAN - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Taruna Ikrar mengatakan, ada sekitar 2.044 sampel makanan yang diperiksa pihaknya dalam pengawasan Ramadan 2026 ini. Sampel makanan itu terdiri dari makanan siap saji, takjil hingga makanan yang sering dijual di pinggir jalan. Hal ini disampaikan dia saat ditemui di kantor BPOM RI, Johor Baru, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026) sore. 
Ringkasan Berita:
  • Lebih dari 2.000 sampel makanan yang diperiksa pihaknya dalam pengawasan Ramadan 2026 ini.
  • Pemeriksan takjil Ramadan dilakkan BPOM dari Sabang sampai Merauke.
  • Tujuan pemeriksaan memastikan seluruh produk yang beredar memenuhi standar kesehatan, aman dikonsumsi, tidak mengandung bahan pengawet dan pewarna berbahaya, serta bebas dari zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Taruna Ikrar mengatakan, ada lebih dari 2.000 sampel makanan yang diperiksa pihaknya dalam pengawasan Ramadan 2026 ini dari Sabang sampai Merauke.

Baca juga: Jika Obat AS Bebas Masuk Tanpa Izin BPOM, Ini Risikonya Menurut Pakar

Pengawasan makanan yang dilakukan BPOM bertujuan untuk memastikan seluruh produk yang beredar memenuhi standar kesehatan, aman dikonsumsi, tidak mengandung bahan pengawet dan pewarna berbahaya, serta bebas dari zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan. 

Pihaknya turun langsung ke pasar-pasar, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap pedagang kaki lima, guna memastikan keamanan pangan tetap terjaga.  

Sampel makanan yang diperiksa terdiri dari makanan siap saji, takjil hingga makanan yang sering dijual di pinggir jalan. 

Baca juga: Total 6.859 Masjid Jadi Tempat Singgah Gratis Pemudik Lebaran, Tersedia Takjil Hingga Ruang Laktasi

“Kami melakukan intensifikasi pengawasan terus menerus, setiap hari dari Sabang sampai Merauke. Dari laporan yang saya sudah dapatkan sudah ada lebih 2.000 yang kami surveillance,” kata dia saat ditemui di kantor BPOM RI, Johor Baru, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2025) sore.

Dari hasil pengawasan sementara, ada beberapa temuan panganan yang melanggar ketentuan. 

Sebagai bentuk transparansi kepada publik, hasil pengawasan akan diumumkan baik yang melanggar dan yang memenuhi ketentuan.

Harapannya, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman.

“Nanti kami akan umumkan semua yang melanggar maupun yang tidak melanggar,” ungkap dia.

BPOM juga memastikan pengawasan tetap berjalan menjelang arus mudik Lebaran, termasuk pada makanan yang dijual di titik-titik transit dan jalur perjalanan.

BPOM berharap dengan adanya pengawasan ini, ibadah Ramadan tahun ini dapat berlangsung lebih aman, damai, dan penuh keberkahan.

“Semoga masyarakat yang melaksanakan puasa Ramadhan merasa lebih tenang, lebih damai sehingga lebih berkah untuk Ramadhan ini,” pesan dia.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved