Tren Olahraga Padel Meningkat, Ini Risiko Cedera dan Cara Mencegahnya
Padel menuntut perubahan arah mendadak, gerakan menyamping yang berulang, hingga lompatan pendek yang eksplosif.
Pendekatan non-farmakologis seperti fisioterapi, kompres dingin pada fase akut, hingga stimulasi saraf listrik transkutan (TENS) juga dapat membantu mengurangi persepsi nyeri serta mendukung relaksasi otot bila digunakan sesuai anjuran medis.
Baca juga: Cara Mencegah Nyeri Punggung Bawah Selama Perjalanan Mudik
Director Omron Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, mengatakan meningkatnya kesadaran gaya hidup aktif turut mendorong kebutuhan solusi pemulihan berbasis teknologi.
Ia menekankan pentingnya memahami bahwa pemulihan adalah bagian tak terpisahkan dari rutinitas olahraga.
Pada akhirnya, tren olahraga seperti padel merupakan kabar baik bagi kesehatan masyarakat.
"Namun, keseimbangan antara aktivitas, pencegahan cedera, dan pemulihan harus menjadi fondasi utama. Bergerak aktif memang penting, tetapi bergerak dengan persiapan dan strategi yang tepat jauh lebih menentukan keberlanjutan kebugaran dalam jangka panjang," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-MAIN-PADEL-Olahraga-padel-sekarang.jpg)