Wabah Campak
Tak Perlu Ragu! Lindungi Anak dengan Vaksinasi Campak, Stok Melimpah dan Teruji Aman
Kemenkes memberikan jaminan penuh bagi para orang tua untuk tidak lagi ragu mengikuti program imunisasi campak.
Ringkasan Berita:
- Dalam upaya perkuat perlindungan anak dari campak, Kemenkes gencarkan vaksin.
- Kemenkes menjamin penuh bagi para orang tua untuk tidak lagi ragu mengikuti program imunisasi campak.
- Stok vaksin yang sangat mencukupi dan keamanan yang telah teruji secara klinis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Di tengah upaya memperkuat perlindungan kesehatan anak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan jaminan penuh bagi para orang tua untuk tidak lagi ragu mengikuti program imunisasi campak.
Jaminan ini didasari oleh dua faktor utama: stok vaksin yang sangat mencukupi dan keamanan yang telah teruji secara klinis.
Baca juga: Tren Campak di Indonesia Turun, Tapi Tetap Waspada Penularan saat Mudik dan Libur Lebaran
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalusia, menegaskan bahwa ketersediaan vaksin Measles Rubella (MR) saat ini dalam kondisi sangat aman.
Pusat: Tersedia 9,5 juta dosis.
Daerah: 6,6 juta dosis sudah tersebar di tingkat provinsi hingga Puskesmas.
Ketahanan: Seluruh provinsi dipastikan memiliki stok untuk minimal dua bulan ke depan, bahkan ada yang mencapai lebih dari tujuh bulan.
"Kami terus memantau distribusi dari pusat ke daerah. Jika ada daerah yang stoknya mulai menipis, segera kami suplai agar tidak ada wilayah yang kekosongan vaksin," jelas Rizka dalam konferensi pers secara daring, Jumat (6/3/2026).
Efektivitas Hingga 96 Persen
Bukan sekadar formalitas, vaksin MR terbukti secara ilmiah mampu membangun "benteng" perlindungan yang kuat bagi anak.
Berdasarkan uji klinis, tingkat efektivitasnya sangat mengesankan:
Efikasi Klinis: Mencapai 96,43 persen dalam membentuk antibodi.
Peningkatan Antibodi: Hasil kajian pascapemasaran menunjukkan lonjakan antibodi dari hanya 10,41% menjadi 80,21% setelah vaksinasi.
Memahami kekhawatiran orang tua terkait efek samping, Rizka menjelaskan bahwa gejala ringan seperti demam atau kemerahan adalah hal yang wajar.
"Reaksi tersebut justru menandakan tubuh si kecil sedang bekerja membentuk kekebalan. Biasanya akan hilang sendiri dalam 24 jam. Menariknya, pada dosis kedua, reaksi tubuh biasanya jauh lebih ringan," ungkap Rizka.
Vaksin ini telah melewati evaluasi ketat terkait mutu dan keamanan dari BPOM serta dikaji saksama oleh Komite Imunisasi Nasional.
Dengan perlindungan yang terjamin, Kemenkes berharap orang tua bisa lebih mantap membawa putra-putrinya ke fasilitas kesehatan terdekat demi masa depan yang bebas dari ancaman campak dan rubella.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/stok-vaksin-campak.jpg)