Kamis, 9 April 2026

Wabah Campak

Lonjakan Aktivitas Lebaran Tingkatkan Risiko Campak, Ini Cara Cegahnya

Kasus Campak berisiko meningkat saat hari raya akibat tingginya mobilitas dan interaksi masyarakat.

|
Penulis: Eko Sutriyanto
HO/IST/ho/IST
 PENYAKIT CAMPAK -  Meningkatnya mobilitas masyarakat saat momen hari raya berpotensi meningkatkan penularan penyakit menular, salah satunya Campak.Aktivitas silaturahmi, perjalanan antar daerah, hingga kerumunan membuat virus lebih mudah menyebar, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan 

 

Ringkasan Berita:
  • Kasus Campak berisiko meningkat saat hari raya akibat tingginya mobilitas dan interaksi masyarakat.
  • Vaksinasi MMR serta menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh sangat penting.
  • Kewaspadaan diperlukan agar penularan dapat dicegah dan masyarakat tetap sehat.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meningkatnya mobilitas masyarakat saat momen hari raya berpotensi meningkatkan penularan penyakit menular, salah satunya Campak.

Aktivitas silaturahmi, perjalanan antar daerah, hingga kerumunan membuat virus lebih mudah menyebar, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan.

Baca juga: Campak Bisa Menyerang Orang Dewasa, Gejalanya Sering Disangka Flu

Dosen Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Unika Atma Jaya, Dr.dr. Regina Satya Wiraharja, M.Sc. mengungkapkan bahwa kasus campak di Indonesia masih perlu diwaspadai.

Sepanjang 2025 tercatat lebih dari 11 ribu kasus terkonfirmasi dengan puluhan kematian, sementara pada awal 2026 ratusan kasus baru juga telah dilaporkan di sejumlah wilayah.

Campak merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular dan menyerang saluran pernapasan. Penularannya terjadi melalui droplet atau percikan cairan dari batuk, bersin, maupun pernapasan penderita yang terhirup oleh orang lain.

"Setelah masuk ke tubuh, virus akan berkembang dan menyebar ke berbagai organ, dengan masa inkubasi sekitar 8 hingga 14 hari," kata Regina dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Gejala awal biasanya berupa demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya bercak putih di dalam pipi (Koplik spots).

Beberapa hari kemudian, ruam kemerahan muncul dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Meski umumnya dapat sembuh, campak berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru, diare, infeksi telinga, hingga peradangan otak, terutama pada bayi dan individu dengan daya tahan tubuh lemah.

"Pada ibu hamil, infeksi campak juga dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti kelahiran prematur hingga keguguran," katanya.

Oleh karena itu, kewaspadaan menjadi penting, khususnya saat intensitas interaksi sosial meningkat seperti pada masa hari raya.

Pencegahan utama campak adalah melalui vaksinasi. Vaksin MMR dinilai paling efektif untuk membentuk kekebalan tubuh, dengan jadwal pemberian pada anak usia 9 bulan, 2 tahun, serta 5–6 tahun.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved