Wabah Campak
Campak Bisa Menyerang Orang Dewasa, Gejalanya Sering Disangka Flu
Banyak orang belum menyadari bahwa penyakit ini sebenarnya juga dapat menyerang usia dewasa. Kenali gejalanya yang kerap diabaikan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Tak hanya anak-anak, campak juga dapat menyerang orang dewasa.
- Orang dewasa yang tertular mereka memiliki daya tahan tubuh yang rendah atau belum pernah terpapar virus campak sebelumnya.
- Kenali gejalanya karena biasanya diabaikan mengingat gejala campak sering kali tidak langsung dikenali karena mirip dengan infeksi saluran pernapasan biasa seperti flu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Campak selama ini dikenal sebagai penyakit yang sering menyerang anak-anak.
Namun, banyak orang belum menyadari bahwa penyakit ini sebenarnya juga dapat menyerang orang dewasa.
Baca juga: Masih Ada Orang Tua Tolak Vaksin, Dokter Ingatkan Risiko Anak Tanpa Imunisasi Campak
Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, dr. I Wayan Gustawan menjelaskan bahwa secara umum virus campak dapat menginfeksi siapa saja tanpa memandang usia.
Meski sebagian besar kasus memang terjadi pada anak-anak, orang dewasa tetap memiliki risiko tertular.
Terutama jika memiliki daya tahan tubuh yang rendah atau belum pernah terpapar virus campak sebelumnya.
“Ya secara umum semua orang bisa kena baik orang dewasa, orang tua, anak-anak. Memang kalau dari sisi frekuensinya sebagian besar memang di anak-anak,” ujar dr. Wayan Gustawan pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan bahwa kelompok dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih besar terinfeksi virus ini.
Orang dewasa yang memiliki penyakit tertentu, gangguan sistem imun, maupun lansia dengan penurunan daya tahan tubuh juga perlu meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu, seseorang yang belum pernah terkena campak sebelumnya juga berpotensi lebih mudah tertular.
Karena itu, meskipun penyakit ini identik dengan anak-anak, masyarakat tetap perlu memahami gejala awal campak agar dapat mengenalinya lebih cepat.
Gejala Awal Campak yang Sering Disangka Flu
Pada tahap awal, gejala campak sering kali tidak langsung dikenali karena mirip dengan infeksi saluran pernapasan biasa seperti flu.
Penderita biasanya mengalami demam yang disertai beberapa keluhan lain, seperti batuk dan pilek.
Selain itu, mata juga bisa tampak merah seperti mengalami iritasi atau radang.
Kondisi ini sering membuat orang tua atau pasien mengira gejala tersebut hanya sebagai flu biasa.
Namun, beberapa hari kemudian biasanya muncul tanda khas campak berupa ruam atau bintik-bintik merah pada kulit.
“Ya biasanya dia gejalanya yang pertama adalah ada demam kemudian ada gejala-gejala yang lain yang sering menyertai ada gejala seperti batuk pilek kemudian mata sedikit merah seperti sakit mata,” jelas dr. Wayan Gustawan.
Ruam pada campak umumnya muncul setelah demam berlangsung beberapa hari.
Bintik-bintik merah tersebut biasanya pertama kali terlihat di area wajah sebelum kemudian menyebar ke bagian tubuh lain.
Ciri ini menjadi salah satu tanda khas campak yang dapat membantu membedakannya dari penyakit lain yang memiliki gejala serupa.
Gejala Tidak Langsung Muncul Setelah Tertular
Banyak orang mengira gejala campak akan langsung muncul setelah seseorang terpapar virus.
Padahal, penyakit ini memiliki masa inkubasi atau masa tunggu sebelum gejala terlihat.
Masa inkubasi campak umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu setelah seseorang terinfeksi.
Artinya, seseorang yang baru saja kontak dengan penderita campak tidak langsung mengalami gejala pada hari yang sama.
“Nah itu namanya masa inkubasi Pak Yuri ya jadi untuk virus campak ini masa inkubasinya kurang lebih 10 sampai 12 hari tapi ada juga yang antara 7 hari sampai 14 hari,” kata dr. Wayan Gustawan.
Selama masa inkubasi tersebut, seseorang bisa saja belum merasakan keluhan apa pun.
Gejala baru mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah paparan virus.
Hal inilah yang membuat penularan campak sering kali tidak disadari karena seseorang mungkin sudah terpapar virus tanpa menunjukkan gejala pada awalnya.
Pentingnya Mengenali Tanda Awal Campak
Karena gejalanya mirip dengan flu biasa, campak sering terlambat dikenali pada tahap awal.
Padahal, mengenali gejala sejak dini sangat penting agar penderita bisa segera mendapatkan penanganan medis.
Demam yang disertai batuk, pilek, dan mata merah sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika kemudian muncul ruam kemerahan pada kulit.
Jika gejala tersebut muncul, masyarakat dianjurkan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan diagnosis yang tepat.
Kesadaran untuk mengenali gejala awal campak juga penting untuk mencegah penularan lebih lanjut, mengingat virus ini dapat menyebar dengan sangat mudah di lingkungan sekitar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ruam-kulit-di-tangan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.