Senin, 13 April 2026

Wabah Campak

Kenali Perjalanan Campak dari Awalnya Batuk Pilek hingga Komplikasi yang Berujung Kematian

Campak bukan sekadar penyakit infeksi biasa yang ditandai dengan ruam merah pada kulit tapi bisa berkembang jadi komplikasi berujung kematian.

Ringkasan Berita:
  • Campak bukan sekadar penyakit infeksi biasa yang ditandai dengan ruam merah pada kulit.
  • Penyakit ini dapat berkembang secara bertahap hingga berisiko memburuk dan memicu komplikasi serius.
  • Kenali perjalanan gejala campak agar penanganan dapat dilakukan sejak dini dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Hinky Hindra Irawan Satari menyebut, campak bukan sekadar penyakit infeksi biasa yang ditandai dengan ruam merah pada kulit.

Baca juga: Wamenkes Sebut Pelaksanaan Imunisasi Campak untuk Nakes Tunggu Persetujuan BPOM

Penyakit ini dapat berkembang secara bertahap hingga berisiko memburuk dan memicu komplikasi serius, terutama pada anak-anak dan dewasa dengan daya tahan tubuh rendah.

Berikut penjelasan medis mengenai perjalanan gejala campak agar penanganan dapat dilakukan sejak dini dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Perjalanan Campak, dari Gejala Awal Batuk Pilek hingga Sembuh

ILUSTRASI MENELAN DAHAK - Gambar ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI) dari seseorang yang menelan dahak saat batuk yang dibuat pada Minggu (2/3/2025), Berikut adalah penjelasan terkait pertanyaan apakah menelan dahak dapat membatalkan puasa atau tidak.
ILUSTRASI MENELAN DAHAK - Gambar ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI) dari seseorang yang menelan dahak saat batuk yang dibuat pada Minggu (2/3/2025), Berikut adalah penjelasan terkait pertanyaan apakah menelan dahak dapat membatalkan puasa atau tidak. (Tribunnews / Ilustrasi AI)

Secara klinis, campak memiliki pola gejala yang khas.

Ia menyebut, gejala khas campak adalah dengan “3C”, yaitu: 

  • Batuk (cough)
  • Pilek (coryza/selesma)
  • Mata merah (conjunctivitis).

“Karena demam plus ruam saja bukan hanya disebabkan oleh campak. Semua penyakit virus hampir menimbulkan gejala ruam juga,” kata dia dalam webinar UI, baru-baru ini.

Baca juga: Sekali Kena Campak, Benarkah Tidak Terinfeksi Lagi?

Gejala awal biasanya dimulai dengan demam tinggi disertai 3C hingga membuat anak tampak mengalami sakit berat.

Lalu muncul bercak Koplik atau bercak putih keabu-abuan di dalam mulut (di pipi bagian dalam).

 PENYAKIT CAMPAK -  Meningkatnya mobilitas masyarakat saat momen hari raya berpotensi meningkatkan penularan penyakit menular, salah satunya Campak.Aktivitas silaturahmi, perjalanan antar daerah, hingga kerumunan membuat virus lebih mudah menyebar, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan
 PENYAKIT CAMPAK -  Meningkatnya mobilitas masyarakat saat momen hari raya berpotensi meningkatkan penularan penyakit menular, salah satunya Campak.Aktivitas silaturahmi, perjalanan antar daerah, hingga kerumunan membuat virus lebih mudah menyebar, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan (HO/IST/ho/IST)

“Tanda ini muncul 1 – 4 hari sebelum ruam dan menjadi indikator awal infeksi campak,” ungkap Prof Hingky.

Kemudian, ruam timbul dimulai dari wajah dan belakang telinga, menyebar ke seluruh tubuh, berlangsung sekitar 3 hari sampai mencapai puncaknya.

Setelah itu, ruam berubah warna menjadi kehitaman dan bekas ruam dapat bertahan hingga 1–2 minggu (fase konvalesen).

“Perjalanan penyakit campak ini berlangsung sekitar satu minggu sejak gejala muncul. Kalau hari Senin muncul gejala awalnya, biasanya akan sembuh di Senin berikutnya,” tutur dia.

Komplikasi Campak Bisa Berujung Kematian 

Walaupun sering dianggap penyakit biasa, campak dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak usia di bawah 5 tahun, ibu hamil dan lansia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved