Rabu, 15 April 2026

Jangan Anggap Sepele, Kelainan Janin Ternyata Bisa Terjadi Meski Bayi Terlihat Normal

kelainan janin mencakup kelainan struktural dan fungsional organ dalam, sehingga bayi bisa tampak normal secara fisik namun memiliki gangguan.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Aji
istimewa
Ilustrasi USG kehamilan - Banyak calon orang tua mengira kelainan janin hanya terlihat dari fisik bayi yang tidak sempurna.  

Ringkasan Berita:
  • dr. Mohammad Adya Firmansha Dilmy menjelaskan bahwa kelainan janin mencakup kelainan struktural dan fungsional organ dalam, sehingga bayi bisa tampak normal secara fisik namun memiliki gangguan serius.
  • Istilah cacat kongenital terlalu sempit karena hanya menyoroti bentuk luar. Kelainan janin bisa tidak tampak, tidak menimbulkan gejala pada ibu hamil, dan baru terdeteksi setelah kondisi serius muncul.
  • Kelainan bawaan menjadi penyebab kematian bayi kedua tertinggi di Indonesia.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak calon orang tua mengira kelainan janin hanya terlihat dari fisik bayi yang tidak sempurna. 

Padahal, kondisi ini jauh lebih kompleks dan tidak selalu tampak dari luar.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan subspesialis fetomaternal, dr. Mohammad Adya Firmansha Dilmy, Sp.OG, Subsp.K.F.M., menjelaskan bahwa kelainan janin tidak hanya soal bentuk, tetapi juga fungsi organ di dalam tubuh.

“Jadi yang dimaksud dengan kelainan janin iyalah kelainan struktural. Dia ada kelainan strukturnya gitu. Misalnya kepalanya, matanya, hidung, lengannya. Kemudian ada juga yang di dalam organ, tidak terlihat ya misalnya jantungnya,” ujarnya dalam talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Jumat (3/4/2026). 

Menurutnya, kondisi ini sering tidak disadari karena bayi bisa tampak normal secara fisik, tetapi memiliki gangguan serius di organ dalam.

Tak hanya itu, kelainan juga bisa bersifat fungsional. Artinya, organ terlihat normal, tetapi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

“Jadi tidak hanya bentuk saja Bentuk di luar, di dalam, dan juga fungsinya,” tambahnya.

Kelainan Janin Lebih Luas dari Cacat Kongenital

Istilah cacat kongenital selama ini sering digunakan masyarakat. Namun, ternyata istilah tersebut lebih sempit dibandingkan kelainan janin.

“Kelainan janin bahasa lainnya cacat kongenital Tapi cacat kongenital terlalu khusus ke arah bentuk saja,” paparnya.

Artinya, bayi yang terlihat “normal” belum tentu benar-benar bebas dari kelainan.

Tidak Selalu Terasa oleh Ibu Hamil

Hal yang sering mengejutkan, kelainan janin umumnya tidak menimbulkan gejala pada ibu hamil. Inilah yang membuat banyak kasus baru terdeteksi setelah kondisi cukup serius.

“Nggak ada rasanya maksudnya,” ungkapnya. 

Karena itu, pemeriksaan rutin selama kehamilan menjadi sangat penting.

Fakta Mengejutkan: Kelainan Bawaan Penyebab Kematian Bayi

Di Indonesia, kelainan bawaan ternyata menjadi penyebab kematian bayi nomor dua setelah asfiksia.

“Kelainan bawaan merupakan penyebab kedua kematian bayi di Indonesia,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved