Marshel Widianto Tunda Lapar Minum Obat Maag karena Tak Ada Duit, Kini Derita GERD hingga Komplikasi
Marshel Widianto menceritakan kondisi kesehatannya yang menurun akibat GERD dan komplikasi penyakit lainnya.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komika dan pemain film Marshel Widianto sempat jatuh sakit bahkan dilarikan ke rumah sakit, karena kondisinya yang sangat menurun.
Marshel Widianto membenarkan hal tersebut. Ia mengakui jatuh sakit karena komplikasi penyakit yang dideritanya.
Baca juga: Dari Hidup Susah hingga Sakit, Marshel Widianto Cerita Penyebab GERD Parah
"Iya, kemarin saya sempat dirawat karena sakit GERD, sinus, sama amandel. Akhirnya dilakukan operasi untuk amandel dan sinusnya," kata Marshel Widianto ketika ditemui di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (5/4/2026).
Marshel menyebut gerdnya sudah parah dan amandelnya sudah besar, sehingga ia menjalani tindakan dari dokter agar bisa sembuh.
"Masalahnya, kalau GERD saya lagi kambuh (asam lambung naik), dia jadi bingung mau keluar lewat mana karena amandel saya sudah besar sekali, hampir menutupi tenggorokan, dan sinusnya juga sudah parah," ucap pria berusia 29 tahun ini.
Suami dari Yansen Indiani mantan member JKT48 ini menyebut sakit gerd dan amandelnya adalah buah dari ulahnya, yang dulu sempat menahan makan jika sudah kelaparan.
"Sebenarnya ini bawaan dari dulu waktu masih hidup susah. Dulu kan kalau makan ya kalau ingat saja, atau kalau ada duitnya baru makan. Akhirnya itu jadi kompilasi penyakit sekarang," jelasnya.
Obat Lambung Jadi Cara Tunda Lapar
Pola makan Marshel benar-benar kacau karena kondisi.
Ia bahkan sengaja menelan obat maag, bukan karena sakit, tapi demi menunda lapar.
Ini dilakukan sang komika jika saat lapar namun belum ada yang bisa dimakan karena kondisi keuangannya belum cukup untuk membeli makanan.
"Dulu kalau lapar tapi belum ada makanan, saya cuma minum obat lambung sampai dua butir," kata Marshel Widianto.
Marshel mengatakan saat gerdnya kambuh, ia sedang mengendarai kendaraan roda empatnya. Ia bersyukur bisa selamat saat kondisi tubuhnya menurun saat sedang nyetir.
"Hampir (gawat), karena waktu itu lagi bawa mobil terus GERD-nya naik. Itu rasanya sudah lumayan pudar sedikit penglihatan, sudah mau pingsan," ungkapnya.