Senin, 13 April 2026

Pemerintah Percepat Penanganan TB, Vaksin Ditargetkan Tersedia 2029

Pemerintah Indonesia tegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai langkah darurat nasional.

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Sri Juliati
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI VAKSINASI - Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin HPV kepada peserta dalam acara Bersama PEDULI PEREMPUAN: Vaksinasi HPV Gratis dan Sosialisasi Kesehatan di Jakarta, Minggu (4/5/2025). Pemerintah Indonesia menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai langkah darurat nasional, menyusul tingginya angka penularan dan kematian. Harapan datang dari pengembangan vaksin TB yang ditargetkan tersedia pada 2029. 

Diwartakan Tribunnews sebelumnya, vaksin untuk mencegah Tuberkulosis (TB) pada remaja dan dewasa baru tersedia pada tahun 2029.

Hal ini diungkapkan oleh Peneliti Nasional Vaksin TB, Prof. DR. Dr. Erlina Burhan, Sp.P(K) dalam konferensi pers daring, Senin (24/3/2025).

Saat ini, vaksin M72/AS01E masih dalam tahap uji klinis fase 3 dan rampung pada 2028 akhir.

"Bahwa vaksin ini selesai pada tahun 2028 akhir. Dan mudah-mudahan Indonesia sudah bisa mulai vaksinasi 2029 awal. Vaksin TB ini akan menyasar remaja hingga usia 50 tahun," ujar Prof Erlina.

Ia menjelaskan, tidak ada syarat khusus bagi penerima vaksin TB.

Sama seperti jenis vaksin lain, yang diberikan kepada orang yang dalam keadaan sehat.

"Tidak sedang sakit TBC dan jika memiliki komorbid, keadaannya terkontrol," jelas dokter spesialis paru ini.

Vaksin M72/AS01E telah menunjukkan perlindungan sekitar 50 persen dalam uji klinis fase 2b selama tiga tahun pada orang dewasa yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis atau bakteri penyebab TB.

WHO memperkirakan bahwa dalam jangka waktu 25 tahun, tingkat perlindungan ini dapat menyelamatkan 8,5 juta jiwa, mencegah 76 juta kasus baru TB, dan menghemat biaya sebesar USD 41,5 miliar bagi rumah tangga yang terdampak TB.

Sejak tahun 2022, Indonesia menjadi salah satu lokasi utama dalam uji klinis fase 3 vaksin M72/AS01E.

Hingga Maret 2025, jumlah subjek yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini di Indonesia hampir mencapai 2.000 orang.

"Ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung inovasi dan penelitian untuk menemukan solusi yang lebih efektif dalam memerangi TB," ujarnya. 

Meski demikian, keberhasilan vaksin tidak hanya diukur dari efektivitasnya dalam uji klinis, tetapi juga dari kemampuannya menjangkau dan diterima oleh masyarakat luas.

Dengan meningkatnya beban TB di Indonesia, upaya untuk mengembangkan vaksin yang lebih efektif harus didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, peneliti, serta masyarakat luas. 

(Tribunnews.com/Latifah/Rina Ayu)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved