Pakar Ungkap Manfaat Kesehatan Tersembunyi di Balik Penerapan WFH
WFH ternyata memiliki sejumlah manfaat dari sisi kesehatan. Manfaat WFH ini tidak bersifat mutlak dan sangat bergantung pada konteks penerapannya.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- WFH ternyata memiliki sejumlah manfaat dari sisi kesehatan.
- Manfaat WFH ini tidak bersifat mutlak dan sangat bergantung pada konteks penerapannya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kebijakan work from home (WFH) kembali menjadi sorotan.
WFH bagi aparatur sipil negara ditetapkan pemerintah sebagai langkah penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak global.
Baca juga: WFH bagi ASN Bisa Berdampak Pada Kesehatan Mental, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tidak Stres
Di balik perdebatan soal penerapan kerja dari rumah ini, WFH ternyata memiliki sejumlah manfaat dari sisi kesehatan, baik fisik maupun mental.
Dokter, peneliti Global Health Security, dan pakar epidemiologi Dr. Dicky Budiman, B.Med., MD., MScPH., Ph.D. menegaskan bahwa manfaat WFH memang ada, namun tidak bersifat mutlak dan sangat bergantung pada konteks penerapannya.
“Jadi bicara WFH tentu kalau manfaat dari sisi kesehatan ada ya, yang tentu ini didukung oleh literatur, ada menunjukkan manfaat namun bersifat kontekstual artinya bergantung pada desain kebijakan dan kondisi dari si individu yang mengalami WFH ini,” ujarnya.
Menekan Risiko Penyakit Menular
Salah satu manfaat paling nyata dari WFH terlihat saat pandemi COVID-19.
Pembatasan mobilitas membuat interaksi fisik berkurang, sehingga penularan penyakit juga ikut menurun.
Baca juga: Sosok Hadianto Rasyid Wali Kota Palu Terapkan WFH ASN Kamis & Jumat, Harta Rp 266,5 M, Tak Ada Utang
“Artinya kalau bicara manfaat ada potensi pengurangan risiko penyakit menular karena WFH seperti yang kita lihat di masa pandemi itu terbukti efektif menurunkan transmisi atau penularan penyakit saluran pernapasan ya seperti COVID-19, influenza misalnya ya,” jelas Dicky pada Tribunnews, Minggu (12/4/2025).
Selain itu, pengurangan mobilitas juga berdampak pada penurunan kontak antarindividu.
Dalam perspektif epidemiologi, hal ini berkontribusi pada menurunnya contact rate atau tingkat interaksi yang menjadi faktor utama penyebaran penyakit.
Stres Berkurang, Kesehatan Mental Lebih Terjaga
Tidak hanya dari sisi fisik, WFH juga memberikan dampak pada kesehatan mental.
Fleksibilitas waktu menjadi faktor penting yang membantu mengurangi tekanan sehari-hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-wfh-twt.jpg)