Rabu, 29 April 2026

Viral Pria Minum Oli demi Stamina, Pakar Peringatkan Risiko Paru-Paru Rusak hingga Kematian Mendadak

Viral aksi sekelompok pria di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang meminum oli demi meningkatkan stamina.Ini ancaman kesehatannya.

Tayang:
Shutterstock
Ilustrasi oli motor. Viral aksi sekelompok pria di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang meminum oli demi meningkatkan stamina.Ini ancaman kesehatannya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Viral aksi sekelompok pria di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang meminum oli demi meningkatkan stamina.
  • Ancaman yang mengintai dinilai jauh lebih berbahaya dan berpotensi fatal pada kondisi kesehatan.
  • Zat tersebut sama sekali tidak dirancang untuk dikonsumsi manusia.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aksi sekelompok pria di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang meminum oli secara bergiliran demi meningkatkan stamina viral di media sosial.

Fenomena ini tidak hanya memicu perhatian publik, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius dari berbagai pihak.

Baca juga: Pria di Sulawesi Nekat Minum Oli dengan Dalih Kesehatan, Dokter Ungkap Bahayanya, MUI Sulsel: Haram

Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan menegaskan bahwa tindakan tersebut haram.

Namun dari sisi kesehatan, ancaman yang mengintai dinilai jauh lebih berbahaya dan berpotensi fatal.

Dokter dan peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, menegaskan bahwa konsumsi oli bukan sekadar perilaku berisiko, melainkan bentuk paparan zat beracun.

“Jadi minum oli itu sama seperti setara seperti minum apa namanya racun industri ya,” tegas Dicky pada Tribunnews, Jumat (10/4/2026). 


Oli: Campuran Zat Toksik yang Tidak untuk Tubuh

Ilustrasi Mengganti Oli Motor, Jangan Biarkan Sampai Habis.
Ilustrasi Mengganti Oli Motor, Jangan Biarkan Sampai Habis. (Adirafinance)

Menurut Dicky, oli mesin merupakan campuran kompleks yang mengandung hidrokarbon, aditif kimia, logam berat, serta berbagai senyawa toksik lainnya.

Zat tersebut sama sekali tidak dirancang untuk dikonsumsi manusia.

Karena bukan termasuk “food grade substance”, begitu masuk ke dalam tubuh, oli dapat langsung memicu reaksi keracunan.

Gejala awal yang muncul biasanya berupa gangguan pada sistem pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri perut, hingga diare berat.

Namun, dampak tersebut hanyalah permukaan dari risiko yang jauh lebih besar.


Ancaman Paling Fatal: Saat Oli Masuk ke Paru-Paru

Salah satu kondisi paling berbahaya adalah ketika oli yang diminum masuk ke paru-paru saat seseorang muntah.

Situasi ini dapat memicu peradangan paru akut yang sangat serius.

“Ini yang menyebabkan peradangan paru akut, menyebabkan hipoksia dan bahkan kematian,” jelas Dicky.

Dalam dunia medis, kondisi ini berkaitan dengan gangguan pernapasan akibat zat kimia yang masuk ke paru-paru.

Akibatnya, tubuh mengalami kekurangan oksigen yang dapat berujung fatal jika tidak segera ditangani.


*Efek ke Otak dan Sistem Saraf*

Selain menyerang paru-paru, kandungan hidrokarbon dalam oli juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat.

Efeknya bisa berupa pusing, kebingungan, hingga penurunan kesadaran.

Hal ini menunjukkan bahwa dampak oli tidak hanya terbatas pada satu organ, tetapi bisa menyerang berbagai sistem dalam tubuh secara bersamaan.

Kerusakan yang Terjadi Tanpa Disadari

Yang membuat fenomena ini semakin berbahaya adalah sifat dampaknya yang tidak selalu langsung terasa.

Banyak orang keliru menganggap tidak terjadi masalah karena tidak merasakan efek instan.

Padahal, kerusakan bisa berlangsung secara diam-diam.

Dalam jangka panjang, konsumsi oli dapat menyebabkan kerusakan hati, ginjal, gangguan darah akibat logam berat, hingga gangguan hormon dan potensi kanker.

Artinya, risiko tidak hanya terjadi saat itu juga, tetapi bisa muncul dalam jangka waktu lebih lama.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua yang viral aman untuk ditiru.

Terlebih jika menyangkut kesehatan, keputusan yang salah bisa membawa konsekuensi serius, bahkan mengancam nyawa.

Dalam konteks kesehatan masyarakat, perilaku seperti ini perlu segera diluruskan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved