Jumat, 1 Mei 2026

Aktris Michelle Ziudith Curhat 3 Tahun Perbaiki Keseimbangan Rahang dan Garis Gigi

Bintang film London Love Story 2 mengungkapkan bahwa perjalanan untuk mendapatkan susunan gigi yang ideal tidak singkat

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/HO
KESEHATAN GIGI - Aktris Michelle Ziudith dan drg. Indriani Kusno. Michelle menceritakan pengalamannya mengalami masalah ketidakseimbangan gigitan serta pergeseran posisi garis tengah gigi, yang berdampak pada distribusi beban kunyah yang tidak merata dan mempengaruhi kenyamanan persendian rahang.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Aktris Michelle Ziudith pernah mengalami masalah ketidakseimbangan gigitan serta pergeseran posisi garis tengah gigi atau midline yang cukup mengganggu kenyamanan. 

Kondisi ini, diakui bintang film "London Love Story 2" tersebut, bukan sekadar urusan kecantikan saat tersenyum. 

Pergeseran posisi gigi tersebut berdampak langsung pada distribusi beban kunyah yang tidak merata serta memengaruhi kenyamanan persendian rahangnya dalam jangka panjang.

Michelle mengungkapkan bahwa perjalanan untuk mendapatkan susunan gigi yang ideal tidak singkat.

Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan selama tiga tahun, namun hasilnya belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi medis maupun estetika yang ia harapkan.

"Dulu aku sudah pernah menjalani perawatan, bahkan sampai tahap penyempurnaan berkali-kali, tapi hasilnya belum benar-benar sesuai. Aku baru menyadari bahwa rencana perawatan yang detail sejak awal sangat menentukan progres akhirnya," ujar Michelle, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Sering Ngilu saat Konsumsi Minuman Dingin? Jangan Sepelekan Gigi Sensitif, Rawat Akar Sejak Dini

Setelah memulai kembali perawatan intensif di Dokgi Dental Clinic, pada Mei 2025, dalam kurun waktu satu tahun Michelle mulai merasakan perubahan signifikan. Susunan giginya kini lebih simetris dan beban kunyah pada rahangnya terasa lebih seimbang.

Masalah pergeseran midline atau garis tengah gigi seperti yang dialami Michelle memerlukan penanganan yang sangat presisi.

Spesialis ortodonti yang menangani Michelle, drg. Indriani Kusno, menjelaskan teknologi canggih hanyalah alat bantu. Keberhasilan sesungguhnya ada pada bagaimana dokter merancang pergerakan gigi secara prediktif.

"Teknologi memang sangat kuat, tetapi hasil akhirnya ditentukan oleh treatment planning dari dokter. Perencanaan yang matang membuat setiap pergerakan gigi dapat dirancang lebih terkontrol," jelas drg. Indri.

Penggunaan teknologi pemindaian digital terbaru juga membantu Michelle memahami kondisi giginya secara instan tanpa perlu cetakan konvensional. Hal ini memberikan analisis yang lebih akurat mengenai letak beban kunyah yang selama ini dikeluhkan.

Melalui pengalaman ini, Michelle Ziudith ingin menyampaikan perspektif baru kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih perawatan yang mengombinasikan teknologi tinggi dengan keahlian dokter yang mumpuni.

"Aku jadi sadar bahwa teknologi memang penting, tapi yang paling menentukan adalah bagaimana dokter merancang perawatannya. Kombinasi keduanya bisa membuat perbedaan yang sangat besar bagi kesehatan rahang kita," tutup Michelle.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved