Kebiasaan Menahan Sesak Justru Perburuk Kondisi Penderita Asma
Asma bukan hanya soal sesak sesaat. Penyakit ini bisa memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Ringkasan Berita:
- Kebiasaan mengabaikan sesak napas membuat asma semakin sulit dikontrol
- Salah satu kebiasaan yang sering terjadi di masyarakat adalah menunda penanganan. Sesak dianggap ringan, batuk dibiarkan, hingga akhirnya kondisi memburuk dan baru mencari bantuan medis
- Mengelola asma sebenarnya tidak rumit, tapi membutuhkan kesadaran dan konsistensi. Mulai dari mengenali gejala, rutin berobat, hingga menjaga lingkungan tetap sehat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ada saja penderita asma terbiasa menahan sesak napas, karena alasan merasa masih kuat, masih bisa beraktivitas, atau berpikir nanti juga hilang sendiri.
Padahal, kebiasaan ini justru bisa membuat asma semakin sulit dikontrol.
Asma bukan hanya soal sesak sesaat. Penyakit ini bisa memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan, dari aktivitas harian hingga kondisi fisik dan mental.
Ketua Yayasan Asma Indonesia (YAI), dr. Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS mengingatkan pentingnya kesadaran dalam mengelola penyakit ini.
“Karena kita tahu untuk penyandang asma ini, selain berdampak kepada kesehatan fisik, ini juga mempengaruhi kualitas hidup, sehingga semua penyandang asma ini harus tahu betul bagaimana penatalaksanaan jangka panjang,"ungkapnya pada konferensi pers secara daring, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Waspadai Asma hingga Bronkopneumonia, Ini Solusi Alami Pendukung dari Etawanesia
Salah satu kebiasaan yang sering terjadi di masyarakat adalah menunda penanganan. Sesak dianggap ringan, batuk dibiarkan, hingga akhirnya kondisi memburuk dan baru mencari bantuan medis.
Padahal, asma membutuhkan pengelolaan rutin, bukan hanya saat gejala muncul. Jika dibiarkan, serangan bisa semakin sering dan lebih berat.
Tidak Paham Cara Pakai Obat
Selain itu, banyak pasien yang belum memahami cara penggunaan obat dengan benar. Termasuk penggunaan inhaler yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pengendalian asma.
Tanpa pemahaman ini, pengobatan menjadi tidak efektif.
“Ini sangat penting yang harus diketahui oleh penyandang asma. Selain obat-obatan, dia harus tahu juga bagaimana menggunakannya dengan baik,"imbuhnya.
Kesalahan kecil dalam penggunaan obat bisa berdampak besar pada kondisi pasien.
Asma tidak berdiri sendiri. Lingkungan sekitar juga berperan besar. Polusi, debu, dan asap rokok menjadi pemicu yang sering tidak disadari.
“Kami mengharapkan masyarakat semakin paham pentingnya menjaga kesehatan saluran penafasan serta peduli terhadap peringkungan yang bersih dan bebas dari polusi,"imbaunya.
Tanpa perubahan lingkungan, pengobatan saja tidak cukup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-sesak-napas.jpg)