Virus Hanta Muncul, Perlukah Pembatasan Perjalanan seperti saat Pandemi Covid-19?
Virus Hanta (Hantavirus) sedang jadi perbincangan. Perlukah pembatasan perjalanan seperti saat pandemi covid-19?
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Virus Hanta (Hantavirus) sedang jadi perbincangan.
- Wabah ini menjadi mematikan muncul kasus di atas kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik pada awal Mei 2026 sehingga menyebabkan 3 korban.
- Apakah perlu dilakukan pengetatan perjalanan seperti saat pandemi COVID-19?
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –Virus Hanta (Hantavirus) sedang jadi perbincangan hangat karena laporan wabah mematikan di atas kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik pada awal Mei 2026.
Hingga 5 Mei 2026, dilaporkan 3 orang meninggal dunia. Walau demikian, secara global, WHO menilai risiko penyebaran ke masyarakat umum masih tergolong rendah.
Baca juga: Kronologi Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Berdasarkan Laporan WHO
Laporan ini menimbulkan kekhawatiran publik terhadap virus Hanta.
Apakah perlu dilakukan pengetatan perjalanan seperti saat pandemi COVID-19?
Terkait hal ini, Epidemiolog Dicky Budiman memberikan jawaban.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada dasar ilmiah yang cukup untuk menerapkan pembatasan mobilitas, baik domestik maupun internasional.
“Yang artinya, secara umum sebetulnya, dan saya sepakat dengan WHO ya, bahwa tidak ada indikasi risiko penularan secara luas dan juga tidak perlu ada pembatasan perjalanan,"ungkapnya saat dihubungi Tribunnews, Selasa (5/5/2026).
Tidak Memenuhi Syarat Wabah Global
Dicky menjelaskan, virus Hanta tidak memiliki karakteristik yang memungkinkan penyebaran cepat antar manusia.
Berbeda dengan COVID-19 di awal kemunculannya, virus ini tidak menunjukkan tanda-tanda transmisi luas.
“Hantavirus Pulmonary Syndrome itu bukan penyakit dengan transmisi antar manusia yang efisien. Jadi susah penularannya,"sambungnya.
Ia menegaskan bahwa ada tiga indikator utama sebuah penyakit bisa memicu pembatasan perjalanan:
- 1. Penularan antar manusia yang berkelanjutan
- 2. Tingkat penularan tinggi
- 3. Penyebaran cepat lintas negara
Ketiganya, menurut Dicky, tidak ditemukan pada kasus virus Hanta saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MV-Hondius-hantavirus.jpg)