Selasa, 5 Mei 2026

Kronologi Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Berdasarkan Laporan WHO

Pada tanggal 2 Mei 2026, sekelompok penumpang dengan penyakit pernapasan berat di atas kapal pesiar dilaporkan ke WHO.

Tayang:
cruisemapper
KAPAL MV HONDIUS - Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus, WHO selidiki wabah langka di tengah laut. Terhitung hingga 4 Mei, tercatat tujuh kasus, termasuk dua yang telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium, dengan tiga kematian serta satu pasien dalam kondisi kritis. 

Ringkasan Berita:
  • World Health Organization (WHO) merespons cepat penyebaran wabah hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar internasional.
  • Terhitung hingga 4 Mei, tercatat tujuh kasus, termasuk dua yang telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium, dengan tiga kematian serta satu pasien dalam kondisi kritis.
  • Pada tanggal 2 Mei 2026, sekelompok penumpang dengan penyakit pernapasan berat di atas kapal pesiar dilaporkan ke WHO.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - World Health Organization (WHO) merespons cepat penyebaran wabah hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar internasional.

Dalam keterangan resminya yang diliat pada Selasa (5/5/2026), WHO menerima laporan kasus hantavirus itu pada 2 Mei 2026.

Baca juga: Respons WHO pasca Hantavirus Muncul di Kapal Pesiar Atlantik: Risiko Penularan Antar Manusia Rendah

Terhitung hingga 4 Mei, tercatat tujuh kasus, termasuk dua yang telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium, dengan tiga kematian serta satu pasien dalam kondisi kritis.

Kapal tersebut membawa 147 penumpang dan awak. Kapal tersebut berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada tanggal 1 April 2026 dan mengikuti rute perjalanan melintasi Atlantik Selatan, dengan beberapa pemberhentian di wilayah terpencil dan beragam ekologis, termasuk daratan Antartika, Georgia Selatan, Pulau Nightingale, Tristan da Cunha, Saint Helena, dan Pulau Ascension.

Baca juga: WHO Minta Publik Tidak Panik Soal Kemunculan Hantavirus: Tapi Tetap Waspada

Berikut kronologi penyebaran Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius:

Pada tanggal 2 Mei 2026, sekelompok penumpang dengan penyakit pernapasan berat di atas kapal pesiar dilaporkan ke WHO.

Gejala penyakit muncul antara tanggal 6 dan 28 April 2026 dan ditandai dengan demam, gejala gastrointestinal, perkembangan cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, dan syok. Investigasi lebih lanjut sedang berlangsung.

Kasus pertama dialami, seorang pria dewasa mengalami gejala demam, sakit kepala, dan diare ringan pada tanggal 6 April 2026 saat berada di atas kapal. Pada tanggal 11 April, pasien mengalami kesulitan bernapas dan meninggal di atas kapal pada hari yang sama. Tidak dilakukan tes mikrobiologi. Jenazah penumpang tersebut dipindahkan dari kapal ke Saint Helena (wilayah seberang laut Inggris) pada tanggal 24 April.

Kasus 2: Seorang wanita dewasa, yang merupakan kontak dekat kasus 1, turun di Saint Helena pada tanggal 24 April 2026 dengan gejala gangguan pencernaan. Kondisinya kemudian memburuk selama penerbangan ke Johannesburg, Afrika Selatan, pada tanggal 25 April. Ia kemudian meninggal saat tiba di unit gawat darurat pada tanggal 26 April. Pada tanggal 4 Mei, kasus tersebut kemudian dikonfirmasi melalui tes PCR dengan infeksi hantavirus. Pelacakan kontak untuk penumpang dalam kapal tersebut telah dimulai.

Baca juga: Wabah Hantavirus Tewaskan Tiga Orang di Kapal Pesiar, Ancaman Pandemi Baru?

Kasus 1 dan 2, telah melakukan perjalanan di Amerika Selatan, termasuk Argentina, sebelum mereka menaiki kapal pesiar pada tanggal 1 April 2026.

Kasus 3: Seorang pria dewasa datang ke dokter kapal pada tanggal 24 April 2026 dengan demam, sesak napas, dan tanda-tanda pneumonia. Pada tanggal 26 April, kondisinya memburuk. Ia dievakuasi secara medis dari Ascension ke Afrika Selatan pada tanggal 27 April, di mana ia saat ini dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU). Pengujian laboratorium pada panel patogen pernapasan yang ekstensif menunjukkan hasil negatif; namun, pengujian reaksi berantai polimerase (PCR) mengkonfirmasi infeksi hantavirus pada tanggal 2 Mei 2026. Serologi, pengurutan, dan metagenomik sedang berlangsung.

Kasus 4: Seorang wanita dewasa, dengan gejala pneumonia, meninggal pada tanggal 2 Mei 2026. Gejala muncul pada tanggal 28 April, dengan demam dan perasaan tidak enak badan secara umum.

Tiga kasus yang dicurigai telah melaporkan demam tinggi dan/atau gejala gastrointestinal dan masih berada di kapal. Tim medis di Cabo Verde sedang mengevaluasi pasien dan mengumpulkan spesimen tambahan untuk pengujian.

Menanggapi situasi ini Direktur Regional WHO untuk Afrika Mohamed Yakub Janabi mengatakan, ini adalah kejadian serius tetapi terkendali dan tidak perlu panik atau pembatasan perjalanan pada tahap ini.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved