Kamis, 7 Mei 2026

Keguguran hingga Hamil di Luar Rahim, Kelainan Kehamilan yang Sering Terjadi Tapi Jarang Dipahami

Jika keguguran terjadi satu kali, biasanya masih dianggap wajar. Namun jika terjadi berulang, perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
canalc.com.ar
LUSTRASI IBU HAMIL - Dokter Subspesialis Fetomaternal dr. Reza Tigor Manurung, Sp.OG, Subsp.KFM mengatakan, banyak calon orangtua yang cemas dan penuh pertanyaan tentang kondisi bayi dalam kandungan. Untuk itu, dokter yang praktik di di Women’s Health Center Bethsaida Hospital ini mengatakan, diagnosis prenatal membantu mendeteksi kemungkinan kelainan atau kondisi khusus pada janin sejak dini sehingga calon orangtua bisa lebih siap, baik secara medis maupun emosional—menghadapi kehamilan dan persalinan. 

“Ketika pecah, perdarahan hebat, itu yang diketahui kehamilan ektopik,” tegasnya.

Kondisi ini biasanya membutuhkan tindakan operasi segera.

Perempuan yang pernah mengalami kehamilan ektopik memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya kembali.

“Perempuan yang lewat ektopik pertama, resiko dia untuk ektopik berikutnya itu akan tinggi,” ungkapnya.

Jika kedua saluran tuba mengalami kerusakan, maka peluang hamil secara alami menjadi sangat kecil. Dalam kondisi ini, metode seperti bayi tabung biasanya menjadi pilihan.

Infeksi: Ancaman yang Sering Tidak Disadari

Selain keguguran dan ektopik, infeksi juga menjadi masalah besar dalam kehamilan. Yang membuatnya berbahaya adalah seringkali tidak menunjukkan gejala.

“Biasanya infeksi saluran kemih itu tidak perlu gejala. Jadi asimptomatik tetap kita obatin,” jelasnya.

Infeksi ini bisa memicu berbagai komplikasi serius, termasuk kontraksi dini. Bahkan, kondisi sederhana seperti sakit gigi yang berulang pun bisa berdampak.

“Kadang ada pasien yang cuma sakit gigi doang, tapi sakit giginya berulang, bikin dia mulus-mulus terus,” ungkapnya.

Perubahan hormon selama kehamilan memengaruhi banyak fungsi tubuh, termasuk sistem kemih.

Salah satu dampaknya adalah berkurangnya keinginan untuk buang air kecil.

Akibatnya, bakteri lebih mudah berkembang. Hal ini membuat ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan kondisi normal.

Keguguran yang Masih Bisa Dipertahankan

Tidak semua keguguran berakhir dengan kehilangan janin.

Ada kondisi yang disebut threatened abortion, di mana kehamilan masih bisa diselamatkan.

Biasanya ditandai dengan jantung janin yang masih ada dan mulut rahim yang masih tertutup. Namun, pada kondisi tertentu, keguguran tidak bisa dicegah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved