Dokter Mata Ungkap Risiko Kebutaan akibat Diabetes yang Tidak Terkontrol
Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik, bisa merusak mata. Salah satu komplikasinya adalah retinopati diabetik.
Ringkasan Berita:
- Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik berdampak pada mata.
- Salah satu komplikasinyadiabetes dan gangguan mata adalah retinopati diabetik.
- Kondisi ini sering berkembang tanpa gejala sampai akhirnya penderita merasa penglihatannya terganggu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik, bisa merusak mata. Salah satu komplikasinya adalah retinopati diabetik.
Kondisi ini sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak pasien tidak menyadari sampai penglihatan mulai terganggu.
Baca juga: Penderita Diabetes Sebaiknya Cek Mata, Retinopati Diabetik Bisa Picu Kebutaan Tanpa Gejala Awal
Bahkan jika terlambat ditangani, bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan. Karena itu skrining mata rutin menjadi langkah penting agar kerusakan retina ini bisa dideteksi lebih awal.
Berikut penjelasan Dokter spesialis mata dr Faresa Hilda, Sp.M saat berbincang dengan Tribunnews.com dalam On Focus, baru-baru ini.
Apa Itu Retinopati Diabetik?
Retinopati diabetik adalah kerusakan pada retina atau saraf mata akibat tingginya kadar gula darah yang berlangsung lama.
Kondisi ini terjadi karena pembuluh darah kecil di retina mengalami kebocoran dan kerusakan akibat diabetes yang tidak terkontrol.
Jika berlangsung kronis, pembuluh darah retina akan semakin rapuh, muncul perdarahan kecil, endapan zat sisa,
hingga pembengkakan pada area pusat penglihatan (makula).
“Kalau gula darah terus tinggi dalam waktu lama, pembuluh darah di retina bisa rusak dan menyebabkan gangguan penglihatan,” jelas dr Faresa.
Apakah Semua Penderita Diabetes Pasti Mengalaminya?
Tidak semua penderita diabetes akan mengalami retinopati diabetik. Risiko terjadinya komplikasi pada retina sangat dipengaruhi oleh seberapa baik gula darah dikendalikan.
Pasien dengan kadar HbA1C yang stabil memiliki risiko lebih rendah, sedangkan gula darah tinggi yang terus-menerus dapat mempercepat kerusakan mata.
Selain itu, faktor lain seperti hipertensi, pola hidup tidak sehat, kurang olahraga, dan konsumsi gula berlebihan juga dapat memperburuk kondisi retina.
"Penderita diabetes dianjurkan menjalani pengobatan secara konsisten, rutin kontrol ke dokter, dan tidak menghentikan obat tanpa pengawasan medis," ungkap dr Faresa.
Gejala Retinopati Diabetik
Retinopati diabetik sering tidak menimbulkan gejala di awal, sehingga banyak penderita diabetes tidak menyadari adanya kerusakan mata sampai penglihatan mulai terganggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gangguan-mata-2.jpg)