Minggu, 31 Mei 2026

Indonesia Masuk 6 Besar Dunia Zero Dose Imunisasi, Ancaman Polio hingga Campak Mengintai

Indonesia duduki peringkat keenam di dunia untuk kategori jumlah anak yang sama sekali belum tersentuh vaksinasi (zero dose).

Tayang:
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
PEKAN IMUNISASI DUNIA - Petugas kesehatan memberikan vaksin imunisasi kepada balita di Stasiun LRT Jakarta Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (15/5/2025). LRT Jakarta bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara menggelar acara Pekan Imunisasi Dunia 2025 bertujuan untuk menciptakan generasi sehat menuju Jakarta Kota Global. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

Ringkasan Berita:
  • Kemenkes tunjukkan fakta mengejutkan terkait program imunisasi nasional.
  • Dari laporan global dari WHO dan UNICEF tahun 2024, posisi Indonesia sangat memprihatinkan.
  • Indonesia berada di peringkat keenam di dunia untuk kategori jumlah anak yang sama sekali belum tersentuh vaksinasi (zero dose).

 

 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Kondisi kesehatan anak-anak di Indonesia tengah menghadapi ancaman besar. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan fakta mengejutkan bahwa tanah air saat ini sedang terseok-seok dalam menyukseskan program imunisasi nasional.

Baca juga: Kematian Terbanyak Akibat DBD Sasar Kelompok Usia 5–14 Tahun, IDAI Rekomendasikan Imunisasi Dengue

Merujuk pada laporan global dari WHO dan UNICEF tahun 2024, posisi Indonesia sangat memprihatinkan lantaran berada di peringkat keenam di dunia untuk kategori jumlah anak yang sama sekali belum tersentuh vaksinasi (zero dose).

Secara teknis, status zero dose ini disematkan kepada anak-anak yang belum pernah menerima suntikan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) dosis pertama.


Lonjakan Drastis Angka Zero Dose

Berdasarkan data yang dihimpun Direktorat Imunisasi Kemenkes, grafik anak tanpa imunisasi dasar ini terus meroket. 

Pada tahun 2023, tercatat ada 372.965 anak yang masuk kategori zero dose.

ZERO DOSE - Administrator Kesehatan Ahli Madya Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, Edy Hariyanto memaparkan kondisi capaian imunisasi nasional yang masih jauh dari target dalam Kunjungan Lapangan Tematik (KUNLAPTIK) dan Media briefing Mengejar Anak Zero Dose Provinsi Aceh di Kota Banda Aceh, Kamis (21/5/2026).
ZERO DOSE - Administrator Kesehatan Ahli Madya Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, Edy Hariyanto memaparkan kondisi capaian imunisasi nasional yang masih jauh dari target dalam Kunjungan Lapangan Tematik (KUNLAPTIK) dan Media briefing Mengejar Anak Zero Dose Provinsi Aceh di Kota Banda Aceh, Kamis (21/5/2026). (Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior)

Puncaknya terjadi pada 2024 di mana angka tersebut melonjak tajam menjadi 973.378 anak.

Jumlah ini belum menunjukkan penurunan berarti pada 2025 dengan jumlah 959.990 anak.

Jika ditotal secara keseluruhan, saat ini ada sekitar 2,3 juta anak di penjuru Indonesia yang belum pernah mendapatkan imunisasi rutin sama sekali. 

Imbasnya, target nasional pun gagal terpenuhi. Cakupan imunisasi bayi lengkap di tingkat nasional baru menyentuh angka 80,2 persen, masih di bawah target yang dipatok sebesar 90 persen.

Bahkan, memantau dari Dashboard ASIK terbaru per tanggal 15 Mei 2026, realisasi imunisasi bayi lengkap di skala nasional baru berjalan di angka 17,6 persen.

"Indonesia berada di urutan keenam dunia dengan angka zero dose tertinggi," kata Administrator Kesehatan Ahli Madya Direktorat Imunisasi Kemenkes, Edy Hariyanto di Kota Banda Aceh, Kamis (21/5/2026).

"Kalau kita lihat, capaian imunisasi bayi lengkap maupun baduta lengkap saat ini memang masih jauh dari target," lanjutnya.

Pemerintah khawatir, mandeknya capaian imunisasi ini akan menjadi bom waktu yang memicu ledakan Kejadian Luar Biasa (KLB) dari berbagai penyakit berbahaya yang seharusnya bisa diantisipasi sejak dini, layaknya rubella, campak, difteri, hepatitis, hingga polio.

Edy mengingatkan Indonesia sebenarnya sudah menggenggam status bebas polio sejak tahun 2014 silam. 

Namun, akibat benteng pertahanan kesehatan yang jebol, virus polio kembali ditemukan menginfeksi anak-anak dalam beberapa tahun belakangan.

"Kalau cakupan imunisasi rendah dan tidak merata, potensi KLB dan penularan penyakit akan meningkat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Edy menerangkan bahwa esensi utama dari vaksinasi massal adalah demi mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity). 

Hal itu hanya bisa dicapai jika cakupan imunisasi di masyarakat tinggi dan tersebar merata. 

Jika tumpukan anak yang tidak divaksin terus dibiarkan, maka rantai penularan penyakit akan menjadi jauh lebih agresif.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved