Wabah Ebola
Wamenkes Pastikan Virus Ebola Belum Ditemukan di Indonesia, Begini Antisipasinya
Kemenkes memastikan hingga detik ini, belum ada satu pun laporan mengenai temuan kasus penyakit tersebut di dalam negeri.
Kendati pengawasan ditingkatkan secara masif, Dante mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.
Prosedur Karantina Telah Siap
Lebih lanjut, Dante memaparkan kesiapan infrastruktur medis Indonesia saat ini sudah jauh lebih matang.
Berbagai fasilitas penunjang mulai dari laboratorium diagnosis, sarana karantina, hingga sistem penyaringan (skrining) berlapis telah disiagakan penuh guna menangani potensi adanya kasus impor.
"Kemampuan diagnosis kita sudah mumpuni, tetapi tetap dilakukan mitigasi, karantina, dan screening terhadap kemungkinan masuknya virus Ebola," pungkasnya.
Penjelasan Apa Itu Ebola?
Ebola disease adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Orthoebolavirus.
Pertama kali ditemukan tahun 1976 di Sudan dan Republik Demokratik Kongo.
Ada beberapa jenis virus penyebab: Ebola virus (EVD), Sudan virus (SVD), dan Bundibugyo virus (BVD).
Gejala
Masa inkubasi: 2–21 hari.
Gejala awal: demam, lemas, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan.
Gejala lanjut: muntah, diare, nyeri perut, ruam, gangguan fungsi ginjal & hati.
Bisa terjadi perdarahan internal maupun eksternal (misalnya dari hidung, gusi, atau melalui muntah/darah di feses).
Cara Penularan
Kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh orang yang sakit/meninggal akibat Ebola.
Kontak dengan hewan liar (kelelawar buah, primata, antelop hutan) yang terinfeksi.
Tidak menular lewat udara; hanya menular bila ada gejala.
Pencegahan
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Hindari kontak dengan orang/hewan sakit.
Gunakan masker bila merasa kurang sehat.
Terapkan etika batuk & bersin.
Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila ada gejala setelah bepergian dari daerah terdampak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Petugas-medis-mengenakan-alat-pelindung-diri-lengkap-sebelum-memasuki-zona-isolasi-Ebola-di-Kongo.jpg)