Kamis, 28 Mei 2026

Bolehkah Anak Makan Otak dan Sum-Sum? Ini Penjelasan Dokter soal Porsi dan Frekuensinya

Orang tua perlu waspada. Dokter mengingatkan jeroan mengandung kolesterol dan purin tinggi berbahaya bagi kesehatan anak.

Tayang:
Sajian Sedap
ILUSTRASI OLAHAN DAGING - Gulai otak, sate usus, hingga sum-sum tulang menjadi menu favorit saat Idul Adha. Dokter spesialis anak dr. Prajnya Paramitha Narendraswari, Sp.A mengingatkan bahwa beberapa bagian jeroan mengandung kolesterol dan purin tinggi. 

“Karena sampai usia 2 tahun itu sebetulnya otak anak itu masih sangat berkembang,” jelasnya.

Namun setelah usia tersebut, konsumsi lemak perlu mulai dikontrol.

Bagian Daging yang Sebaiknya Dibatasi

Selain otak dan sum-sum, bagian dengan lemak tebal juga sebaiknya tidak terlalu sering diberikan pada anak usia sekolah dan remaja.

Beberapa di antaranya:

  • Gajih atau lemak tebal
  • Brisket berlemak
  • Otak
  • Sum-sum

Sementara hati, paru, dan usus masih boleh dikonsumsi lebih sering, tetapi tetap dibatasi sekitar 1–2 kali per bulan.

Cara Mengolah Juga Sangat Berpengaruh

Menurut Dr. Prajnya, metode memasak dapat memengaruhi kadar lemak dalam makanan.

Makanan yang digoreng memiliki kandungan lemak lebih tinggi dibanding direbus atau dikukus.

Selain itu, makanan dibakar terlalu sering juga memiliki risiko lain.

“Makanan-makanan yang dibakar dia akan meningkatkan resiko untuk menjadi karsinogenik,” katanya.

Karena itu, orangtua disarankan lebih bijak memilih cara mengolah daging kurban untuk anak. (*)

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved