Jumat, 29 Mei 2026

Program Hamil Jadi Perjuangan Emosional, 1 dari 6 Orang di Dunia Alami Infertilitas

Jumlah pasangan yang membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan keturunan terus meningkat, termasuk di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Erik S
Shutterstock
PROGRAM HAMIL - Jumlah pasangan yang membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan keturunan terus meningkat, termasuk di Indonesia. 
Ringkasan Berita:
  • Program hamil bukan sekadar medis, tetapi perjuangan emosional penuh harapan bagi banyak pasangan infertil di Indonesia.
  • Data WHO menunjukkan infertilitas dialami banyak orang, termasuk jutaan pasangan usia subur Indonesia saat ini.
  • Peningkatan pasien bayi tabung menunjukkan kesadaran masyarakat mencari bantuan medis semakin tinggi belakangan ini.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program hamil sering dianggap hanya soal medis. 

Padahal bagi banyak pasangan, perjalanan mendapatkan anak juga menjadi perjuangan emosional yang panjang, melelahkan, dan penuh ketidakpastian.

Masalah kesuburan atau infertilitas ternyata juga bukan kasus kecil. 

Jumlah pasangan yang membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan keturunan terus meningkat, termasuk di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan layanan fertilitas harus dipandang lebih luas, bukan sekadar mengobati masalah fisik.

Menurutnya, pasangan yang datang ke klinik fertilitas bukan hanya membawa masalah kesehatan, tetapi juga membawa harapan besar untuk memiliki anak.

“Mereka datang bukan untuk berobat dari sakit fisik, tetapi memperjuangkan sebuah kehidupan yang belum hadir. Di sinilah layanan fertilitas berbeda; yang kita rawat bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa dan harapan,” ujar Dante dilansir dari website resmi, Selasa (26/5/2026).

Infertilitas Bukan Masalah Langka, Jutaan Pasangan Indonesia Mengalaminya

Masalah infertilitas ternyata dialami cukup banyak pasangan.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2025 menunjukkan sekitar 17,5 persen populasi dewasa dunia atau sekitar 1 dari 6 orang mengalami infertilitas.

Sementara di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 10–15 persen pasangan usia subur mengalami gangguan kesuburan.

Artinya, sekitar 4–6 juta pasangan dari total 39,8 juta pasangan usia subur di Indonesia berpotensi membutuhkan bantuan medis agar bisa memperoleh keturunan.

Baca juga: Bukan karena Program Hamil, Ini Alasan Luna Maya Hiatus dari Industri Film 

Angka tersebut menunjukkan bahwa infertilitas bukan kondisi yang jarang terjadi.

Banyak pasangan yang diam-diam berjuang menjalani pemeriksaan, terapi, hingga program kehamilan dalam waktu panjang.

Kenapa Masalah Fertilitas Jadi Perhatian Pemerintah?

Selain menyangkut kesehatan keluarga, fertilitas juga berkaitan dengan masa depan penduduk Indonesia.

Berdasarkan data BKKBN, angka kelahiran total Indonesia pada 2023 berada di angka 2,14 anak per perempuan.

Menurut Dante, kualitas generasi mendatang perlu dijaga untuk mendukung bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

"Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia Emas. Ini harus dijaga kualitasnya," ujarnya.

Karena itu, layanan fertilitas tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan individu, tetapi juga bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.

Pasien Program Bayi Tabung Terus Naik, Apa Penyebabnya?

Meningkatnya kesadaran masyarakat membuat semakin banyak pasangan mencari bantuan medis.

Data nasional menunjukkan jumlah pasien layanan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) atau bayi tabung meningkat cukup tajam.

Baca juga: Sel Telur Sudah Dibekukan, Luna Maya Gaspol Kebut Program Hamil Usai Dinikahi Maxime Bouttier? 

Pada 2021 jumlah pasien tercatat sekitar 23 ribu orang.

Angka tersebut naik menjadi 36 ribu pasien pada 2024.

Saat ini terdapat 59 rumah sakit di 15 provinsi yang telah memiliki izin layanan IVF atau bayi tabung.

Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak pasangan yang mulai terbuka mencari bantuan medis dibanding menunda atau hanya mencoba sendiri dalam waktu lama.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved